ADE SETIAWAN
ADE SETIAWAN Tenaga Kesehatan

All is Well

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Tips Ala Saya Memastikan Rumah Aman Ketika Ditinggal Mudik, Yuk Simak!

4 April 2024   03:35 Diperbarui: 4 April 2024   03:38 628
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tips Ala Saya Memastikan Rumah Aman Ketika Ditinggal Mudik, Yuk Simak!
Ilustrasi kunci pintu rumah(Shutterstock/Wittybear) / Kompas.com

Tradisi pulang kampung (pulkam) atau yang lebih dikenal mudik, adalah salah satu ritual budaya tahunan yang dilakukan menjelang lebaran Idul Fitri.

Saat mudik, masyarakat yang tinggal dari berbagai daerah berduyun-duyun pulang kampung demi kembali ke kota asal orangtua atau kampung halaman mereka.

Ketika akan mudik, praktis seluruh potensi moda transportasi yang ada akan digunakan, mulai sepeda motor, mobil pribadi, bus, kereta api, hingga kapal laut maupun kapal udara.

Nah, tingginya aktivitas orang-orang dan padatnya lalu lintas jalan raya kerap menimbulkan berbagai persoalan seperti kemacetan di mana-mana, kondisi kesehatan pemudik yang tidak fit, hingga potensi gangguan cuaca di masa pancaroba selama perjalanan mudik lantaran kondisi cuaca yang tidak menentu.

Belum lagi, tingkat kerawanan rumah yang ditinggal mudik mesti mendapat perhatian seperti gangguan keamanan, kebakaran, dan risiko tindakan kriminal yang mungkin saja terjadi.

Saya sendiri setiap tahun ikut mudik. Bedanya perjalanan mudik ke kampung halaman saya bisa ditempuh dalam 2-3 jam saja lantaran kampung halaman masih dalam satu provinsi.

Di momen yang berharga ini, kadang kami sekeluarga menginap 1-2 hari di kampung halaman demi berkumpul dengan orangtua, saudara, dan berjumpa teman-teman lama yang bisa memperkuat hubungan antara satu keluarga dengan keluarga yang lain.

Tradisi pulang kampung ini menurut saya sangat penting lantaran kehidupan modern yang serba cepat dan sibuk seringkali membuat kita kehilangan waktu untuk berkumpul dan bersilaturahim dengan orang-orang terdekat.

Namun demikian, mudik bagi saya adalah suatu peristiwa anomali. Alih-alih mudik dari kota ke desa, saya justru mudik dari desa dengan suasana kampung dan kehidupan yang lebih sederhana menuju ke kota dengan suasana perkotaan yang modern dan penuh dengan keramaian.

Pun begitu, hal tersebut tak menjadi persoalan. Mudik ya tetap mudik. Apakah dari kota ke desa, atau dari desa ke kota, yang terpenting adalah bisa berkumpul dan bersilaturahim dengan sanak famili dan kerabat di kampung halaman.

Lantas, bagaimana cara memastikan agar rumah tetap aman ketika ditinggal mudik?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun