Ramadan Daily: Mengikuti Program Khusus Ramadan di Krapyak
Program Khusus Ramadan atau biasa dikenal dengan PKR ini sudah menjadi agenda tahunan di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak pada bulan Ramadan. Program Khusus Ramadan sebagai sarana untuk memperdalam pemahaman terhadap keilmuan agama, peningkatan nilai-nilai spiritualitas dan intelektual santri. Tentunya program ini memberikan manfaat bagi setiap individu yang mengikuti, terlebih di bulan Ramadan ini sangat identik dengan nilai-nilai spiritualitas.
Program Khusus Ramadan ini dibuka bagi siapa pun yang berminat mengikuti program ini, program ini banyak diikuti oleh kalangan mahasiswa, para pekerja, bahkan elemen masyarakat di sekitar Pondok Pesantren Krapyak pun mengikuti program ini. Kegiatan ini sangat fleksibel, tidak harus sistematis sesuai jadwal jadi kita dapat menyesuaikan dengan aktivitas kita sehari-sehari. Sehingga, Program Khusus Ramadan ini sangat cocok diikuti untuk mengisi sela-sela waktu kosong di bulan Ramadan.
Program yang paling menonjol dari PKR ini adalah ngaji kitab kuning klasik, disampaikan oleh ketua Program Khusus Ramadan ketika pembukaan PKR, terdapat kurang lebih 75 majelis kajian. Kajian di PKR Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak ini terdapat beragam fokus ilmu, seperti ilmu hadis, ilmu fiqh, ilmu tajwid, ilmu akidah, dan ilmu akhlak. Tidak hanya kajian kitab kuning klasik, PKR ini juga memiliki program seperti tahfidz Al-Qur'an, tartilan Al-Qur'an, dan khataman tarawih 30 juz yang dipimpin langsung oleh pengasuh.
Pembukaan dari Program Khusus Ramadan Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak ini pada tanggal 27 Februari 2025. Dalam pembukaan tersebut Buya R. Abdul Hamid Abdul Qodir sedikit menyampaikan materi tentang poin-poin dari bulan puasa agar ibadah kita tetap maksimal. Akan tetapi, program berjalan pada tanggal 1 Maret 2025 M atau bertepatan dengan 1 Ramadan 1446 H. Program Khusus Ramadan ini berlangsung selama 20 hari hingga tanggal 20 Ramadan 1446 H. Pengajian kitab di Program Khusus Ramadan dimulai dari setelah solat subuh hingga pukul 00.00 setiap harinya. Mengenai tempat pengajian tidak hanya berpusat di kompleks pusat saja, tapi menyebar di seluruh komplek. Terdapat beragam fokus ilmu yang dapat dikaji, dengan ustad atau ustadzah yang ahli dalam disiplin ilmunya. Tidak hanya diampu oleh ustad maupun ustadzah saja, bahkan para ning dan gus-gus sekaligus pengasuh pun turut serta membersamai program ini agar terlaksana dengan maksimal.
Pada pagi hari pukul 10.00 WIB di ndalem Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah Zainal, M.Si. terjadwal pengajian umum yang biasanya diikuti oleh ibu-ibu ataupun simbah-simbah yang rumahnya sekitar area pondok. Di usianya yang semakin senja, tidak mengikis semangat para simbah untuk mengikuti pengajian ini. Sebelum ngaji, biasanya didahului dengan membaca Ratibul Haddad kemudian dilanjutkan dengan pengajian umum.
Kemudian pada malam hari dengan ditemani rembulan, di Masjid Jami' Al-Munawwir Krapyak terdapat khataman tarawih 30 juz. Setiap harinya menyelesaikan 1,5 juz, kemudian pada tanggal 20 Ramadan sudah sampai pada juz 30. Tidak hanya berhenti pada tanggal 20 Ramadan saja, di 10 malam terakhir bulan Ramadan berlanjut memulai dari awal lagi, yang membedakan disini setiap harinya menyelesaikan 3 juz. Jadi, pada malam 31 Ramadan sudah selesai 30 juz.
Ada kejadian yang membuat saya terenyuh, dengan tarawih yang durasinya kurang lebih 2 jam ini banyak diikuti oleh para simbah yang usianya sudah semakin senja. Semangat mereka dalam beribadah sungguh sangat tinggi, ada sebagian dari mereka yang sholatnya sambil duduk di kursi. Padahal status sholat ini sunnah, seandainya beliau tidak menjalankan solat tarawih ini sangat tidak berdosa. Akan tetapi, atas panggilan nurani beliau, sehingga tetap menjalankan ibadah yang perdana di bulan Ramadan ini.
Menurut mbak Ria, mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengatakan bahwa dengan adanya Program Khusus Ramadan ini sangat membantu mahasiswa yang tidak menetap di pondok untuk tetap bisa mengikuti pengajian kitab ini.
Tidak hanya santri yang menetap di pondok saja yang bisa diuntungkan dengan adanya Program Khusus Ramadan ini, melainkan dari kalangan mahasiswa dan para pekerja yang tetap ingin menimba ilmu di pesantren juga termasuk. Mereka tetap bisa menggunakan bulan Ramadan ini dengan positif dan bermakna.
Menurut mbak Ratih yang juga salah satu santri laju dari Program Khusus Ramadan 2025 juga mengatakan bahwa dengan diadakannya PKR dapat meningkatkan kualitas ibadah, menambah wawasan dalam belajar ilmu agama, mengisi perbuatan baik pada kesempatan di bulan Ramadan. Kesan dari mbak Ratih adalah penyampaian materi dari ngaji dapat diterima dengan baik sehingga mudah untuk dipahami dan harapannya semoga ilmu-ilmu yang di kaji selama bulan Ramadan ini bisa mendapat keberkahan dan bermanfaat.
Pengalaman baru bagi saya dapat mengikuti Program Khusus Ramadan di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, karena sebelumnya tidak terlintas sama sekali di pikiran saya untuk bergabung dalam program ini. Sangat bersyukur sekali di tengah padatnya jadwal kuliah, saya masih diberi kesempatan untuk mencari ilmu guna memperbaiki kualitas diri dan kualitas ibadah.
Harapannya semoga di tahun mendatang saya masih diberi kesempatan untuk mengikuti program ini lagi dan ibadah-ibadah yang sudah dibiasakan pada bulan Ramadan terus berkelanjutan pada bulan-bulan setelahnya. Seperti puasa, sholat sunnah, bersedekah, dan sebagainya.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025