Seorang perangkai kata yang berusaha terus memberi dan menjangkau sesama. Editor, penulis dan pengelola Penerbit Bajawa Press. Melayani konsultasi penulisan buku.
Diet Sampah Lebaran: Menjaga Kebersihan Hati dan Pikiran Setelah Idul Fitri
Kedua, Atur Pola Pikir. Jangan biarkan beban masalah kecil mengganggu keseharian. Fokus pada solusi, bukan masalah. Ubah cara pandang kita sehingga dapat menerima hal-hal dengan lapang dada.
Ketiga, Perkuat Hubungan Sosial. Lebaran adalah waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi. Pastikan hubungan ini didasarkan pada kejujuran, saling mendukung, dan membangun kebahagiaan bersama.
Keempat, Tingkatkan Ibadah. Jadikan ibadah sebagai penyeimbang saat menghadapi tantangan emosional dan spiritual. Melalui doa dan refleksi, kita dapat menjaga hati tetap bersih.
Kesimpulan: Menjaga Keberlanjutan Ramadan
Diet Sampah Lebaran bukan hanya sekadar konsep, tetapi merupakan cara hidup yang berkelanjutan. Ia mengajarkan kita untuk melindungi kebersihan hati dan jiwa yang telah kita capai melalui Ramadan. Dengan menjaga kebiasaan baik ini, kita bukan hanya menghormati makna Idul Fitri, tetapi juga menanamkan kebiasaan positif yang dapat memperkaya hidup kita setiap hari.
Mari kita anggap momen ini sebagai awal dari perjalanan panjang untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan begitu, spirit Ramadan akan selalu hadir di dalam hati kita, bukan hanya selama satu bulan, tetapi sepanjang tahun. Selamat menjalani Diet Sampah Lebaran!
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025