Penikmat hidup yang mencoba menorehkan setiap pengalaman ke dalam tulisan, berharap selalu bisa bermanfaat bagi orang lain :)
Merayakan Lebaran Dengan Mercon Kertas : Tips Cara Membuatnya
Lebaran adalah momen yang penuh suka cita, tak hanya karena perayaan keagamaan, tetapi juga karena berbagai tradisi yang menyertainya. Di desa saya, salah satu tradisi unik yang banyak dilakukan oleh pemuda setempat adalah merayakan Lebaran dengan mercon kertas atau petasan yang terbuat dari bahan-bahan sederhana. Mercon ini, meski sering dipandang sebagai kegiatan yang membahayakan, bagi sebagian orang menjadi simbol kegembiraan dan kehangatan suasana lebaran.
Ada salah satu Generasi Z yang terkenal dengan keterampilannya dalam membuat mercon kertas bernama Mahya, yang tinggal di desa saya Mahya adalah seorang pemuda berusia 19 tahun lulusan dari pondok pesantren, dia mendapatkan tips membuat mercon dari teman-temannya sewaktu tinggal dipondok. Saat Lebaran tiba, Mahya selalu membuat mercon kertas yang dia buat dengan tangan sendiri. Para pemuda di desa saya pun sering berdatangan ke rumahnya untuk belajar langsung bagaimana cara membuat mercon kertas yang bagus dan berhasil.
Bahkan Mahya juga menerima joki dari tetangga-tetangga. Kertasnya dia tidak beli, tetapi dikasih dari tetangga atau teman-temannya yang bekerja dengan kertas-kertas bekas. Meskipun begitu, ia tetap membutuhkan modal untuk membeli bahan lainnya, seperti obat peledak dan kembang api bola-bola yang diambil sumbunya dan obatnya untuk menambah daya tarik mercon yang ia buat.
Mahya mengungkapkan bahwa untuk membuat mercon kertas yang lebih menarik, ia membeli obat peledak seharga Rp 30.000/ons dan kembang api bola-bola untuk diambil sumbunya. Kembang api bola-bola ini, obatnya akan diletakan diatas mercon dan berfungsi untuk memberikan efek visual yang memukau saat mercon dinyalakan.
"Bahan-bahannya memang tidak murah," ujar Mahya, "tapi karena saya sudah terbiasa membuat mercon, saya tahu bagaimana mengatur modal dan mencari bahan yang tepat. Yang penting, mercon ini aman dan tetap memberikan kesenangan saat dinyalakan."
Mercon Kertas dinyalakan setelah sholat idul fitri selesai, para pemuda langsung menuju ke pinggir jalan raya dekat mushola untuk melihat dan memastikan kendaraan yang berlalu lintas.
Momen ini selalu ditunggu-tunggu oleh warga desa, karena bukan hanya mercon kertas yang membuatnya menarik, tetapi juga suasana kebersamaan yang tercipta. Para pemuda desa saling bergantian berjaga-jaga untuk memastikan bahwa tidak ada kendaraan yang melintas ketika mercon sedang dinyalakan. Mereka juga memastikan bahwa jalan raya benar-benar aman, sehingga warga yang akan pulang setelah shalat Idul fitri dapat berhenti sejenak untuk menyaksikan pesta mercon kertas.
Merayakan Lebaran dengan mercon kertas memberikan kesempatan bagi para pemuda untuk menyalurkan kreativitas mereka. Dan Mahya sendiri sangat bangga bisa berbagi pengetahuan tentang pembuatan mercon kertas dengan pemuda lainnya di desa. Bagi Mahya mercon kertas bukan hanya tentang ledakan dan bunyi keras, tetapi juga tentang menghidupkan tradisi, berbagi kebahagiaan, dan membangun ikatan sosial antar warga desa.
Bagi yang ingin mencoba membuat mercon kertas sendiri, berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu ikuti berdasarkan pengalaman Mahya.
Bahan-bahan yang dibutuhkan:
- Kertas bekas (seperti kertas hvs atau buku tulis ) -- Di dapat dari tetangga atau teman-teman yang bekerja di percetakan.
- Obat peledak -- Dibeli dengan harga sekitar Rp 30.000/ons ( Belinya di daerah Jetis, Bantul)
- Kembang api bola-bola -- Sumbu diambil untuk menambah efek ledakan dan obatnya bisa ditambahkan diatasnya supaya ikut terbakar dan akan menambah visual yang menarik.
- Lakban -- Untuk merekatkan ujung kertas paling luar supaya tidak terlepas.
- Bambu kecil atau sesuatu berbentuk tabung -- untuk membentuk lubang yang akan diisi obat.
- Papan Kayu -- untuk mengencangkan balutan kertas.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025