dafit
dafit Freelancer

Hutan, gunung, sawah, lautan

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Bukber: Sentuhan Cinta dalam Ramah Tamah di Bulan Ramadan

4 April 2024   12:13 Diperbarui: 4 April 2024   12:16 70
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bukber: Sentuhan Cinta dalam Ramah Tamah di Bulan Ramadan
freepik

Tradisi berbuka puasa bersama, atau yang sering disebut sebagai Bukber, bukan hanya sekadar momen untuk memenuhi kebutuhan fisik setelah seharian berpuasa, tetapi juga menjadi ajang untuk memperdalam ikatan sosial dan mempererat tali silaturahmi di antara sesama muslim. Di balik hidangan lezat yang tersaji, terdapat dinamika komunikasi yang memainkan peran penting dalam menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat dan meriah.Pertemuan di Bukber menjadi kesempatan bagi para peserta untuk saling berbagi cerita, pengalaman, dan kebahagiaan. Melalui percakapan yang hangat, kita dapat merasakan kebersamaan yang mendalam dan menguatkan ikatan emosional antara satu sama lain. Komunikasi yang terjalin di atas meja makan tidak hanya sekedar bertukar kata-kata, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan, saling menguatkan, dan meningkatkan rasa memiliki di antara anggota kelompok.

Namun, di balik keramaian dan keceriaan, terdapat tantangan dalam menjaga dinamika komunikasi yang positif di Bukber. Misalnya, adanya perbedaan pendapat atau kebiasaan komunikasi yang berbeda-beda dapat menimbulkan gesekan atau ketegangan di antara peserta. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga sikap terbuka, mendengarkan dengan penuh perhatian, dan menghargai sudut pandang orang lain agar komunikasi tetap berjalan lancar dan penuh kehangatan.

Selain itu, peran tuan rumah atau penyelenggara Bukber juga sangatlah penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk berkomunikasi. Sebuah suasana yang ramah, penuh kehangatan, dan inklusif akan membuat semua peserta merasa nyaman untuk berbagi cerita dan pengalaman mereka, tanpa adanya rasa canggung atau tidak nyaman.

Dalam kesimpulannya, Bukber bukan hanya sekedar ajang makan bersama, tetapi juga merupakan kesempatan berharga untuk memperdalam hubungan sosial dan mempererat tali silaturahmi di antara sesama muslim. Dengan menjaga dinamika komunikasi yang positif, kita dapat membuat Bukber menjadi momen yang berkesan dan bermakna bagi semua peserta, serta meningkatkan kebersamaan dan solidaritas di dalam masyarakat.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun