Nasib Pekerja Retail Ketika Nyaris Tak Libur di Hari Raya
Tentu dalam dunia bisnis ada pasang surut di mana konsumen bisa datang beramai-ramai, dan berbalik menjadi sangat sepi. Dalam bidang retail, hal ini juga sering terjadi yang mempengaruhi omzet harian.
Bulan Ramadan menjelang hari raya, serta pasca hari raya menjadi momen emas bagi kami karena di sinilah orang-orang akan membelanjakan uangnya untuk kebutuhan lebaran. Bisa dilihat tempat-tempat seperti resto hingga pusat perbelanjaan busana selalu penuh setiap tahunnya.
Meningkatnya jumlah konsumen kemudian membuat karyawan retail harus kerja ekstra. Mulai dari melayani konsumen yang datang hingga menyiapkan barang. Tak jarang beberapa perusahaan retail menambah jumlah karyawan (freelance) untuk membantu kegiatan operasional agar tetap berjalan baik.
Sisi lain berada dalam kondisi yang serba sibuk seperti ini ialah bisa melihat jenis-jenis konsumen. Sebagai karyawan retail, beberapa dari konsumen ada yang tidak sabaran dan tak mengerti soal SOP, sehingga kami harus lebih banyak bersabar untuk memberi penjelasan agar mereka mengerti.
HARI RAYA TIBA, JAM OPERASIONAL YANG DISESUAIKAN
Ketika sudah tiba hari raya, karyawan yang mendapatkan jadwal masuk di hari pertama akan mendapat jadwal masuk yang lebih disesuaikan. Misalnya yang sebelumnya operasional dimulai dari jam 7 pagi, khusus untuk lebaran akan mulai buka di jam 9.
Begitu pula untuk retail lain. Ada yang normalnya mulai dari jam 10, lalu dimundurkan jadi jam 12 dan selanjutnya dengan kebijakan perusahaan masing-masing. Jeda waktu itu setidaknya memberikan sedikit kelonggaran untuk pekerjanya bisa menjalani ibadah solat ied hingga kumpul keluarga meski waktunya terbilang sangat singkat.
Kalau di hari kedua biasanya operasional akan berjalan normal seperti biasa dengan 2 shift layaknya hari-hari biasa. Dan seperti yang dijelaskan sebelumnya biasanya akan ada pergantian jadwal di mana saat yang hari pertama masuk, maka libur di hari kedua, begitu pula sebaliknya. Ya meskipun ini juga tergantung kebijakan yang dibuat dan tak selalu sama aturannya.
Meski memang kami para pekerja retail harus bekerja di hari raya, setidaknya tetap ada konspensasi dari perusahaan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku untuk memberikan insentif khusus.
KUMPUL KELUARGA JADI LEBIH BERHARGA
Dengan kondisi yang mengharuskan kerja ketika kebanyakan orang justru bisa berkumpul bersama keluarga di hari besar, membuat momen kumpul keluarga jadi lebih berharga. Sehingga ketika mendapat kesempatan libur ataupun punya waktu meski sedikit saja untuk silaturahmi tentu saja tak bisa disia-siakan.
Walau begitu, setidaknya kami punya juga rekan-rekan lain di tempat kerja yang juga mengalami hal sama. Uniknya, ketika harus masuk di hari raya kami saling membawa makanan khas lebaran untuk dinikmati bersama. Mulai dari sajian seperti opor dan ketupat, hingga kue-kue kering. Dengan begini, kami seperti punya keluarga kedua.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025