Syaiful Rohman R
Syaiful Rohman R Guru

Praktisi Pendidikan, Penulis, Penggiat Literasi, Pemerhati Lingkungan Hidup, Sosial Budaya, dan Kemasyarakatan.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Kreativitas Pemuda Sampang dalam Outfit Pakai Sarung selama Ramadan dan Lebaran

4 April 2024   05:46 Diperbarui: 4 April 2024   05:47 85
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kreativitas Pemuda Sampang dalam Outfit Pakai Sarung selama Ramadan dan Lebaran
Tebar Hikmah Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS

Selama bulan Ramadan dan Lebaran, kreativitas pemuda di Kabupaten Sampang, Madura, mencapai puncaknya dalam merancang outfit-outfit yang unik menggunakan sarung. Mereka tidak hanya melihat sarung sebagai pakaian tradisional, tetapi juga sebagai medium ekspresi diri yang memadukan nilai-nilai budaya dengan tren fashion masa kini. Berikut adalah cerita tentang kreativitas pemuda Sampang dalam outfit menggunakan sarung selama Ramadan dan Lebaran:

Setiap tahun, seiring dengan datangnya bulan Ramadan, desa-desa di Kabupaten Sampang dipenuhi dengan semangat persiapan menyambut bulan suci tersebut. Namun, di tengah kesibukan persiapan berbuka puasa dan shalat tarawih, pemuda-pemudi di desa tersebut juga sibuk merencanakan outfit-outfit khusus untuk memeriahkan suasana Ramadan dan Lebaran.

Di sebuah desa kecil yang dikenal dengan kreativitasnya, sekelompok pemuda-pemudi berkumpul untuk menghasilkan ide-ide segar dalam menggunakan sarung sebagai bagian dari outfit Ramadan dan Lebaran mereka. Mereka ingin menampilkan keindahan dan keunikan kain tradisional Madura dengan sentuhan modern yang menarik.

Salah satu ide yang muncul adalah membuat baju koko, gamis, dan dress yang terbuat dari sarung dengan desain dan motif yang menarik. Mereka juga merencanakan untuk menambahkan aksesori-aksesori seperti kerudung, selendang, atau bros yang sesuai untuk melengkapi tampilan mereka.

Pemuda-pemudi tersebut mulai bekerja keras untuk mewujudkan ide-ide mereka. Mereka mengunjungi tukang jahit lokal untuk membantu merealisasikan desain-desain mereka. Setiap outfit dibuat dengan teliti dan penuh perhatian, sehingga hasilnya menjadi sangat menawan.

Selama bulan Ramadan, para pemuda dan pemudi tersebut memamerkan outfit-outfit kreatif mereka dalam berbagai acara keagamaan dan sosial di desa mereka. Mereka menjadi pusat perhatian dengan tampilan yang segar dan berbeda dari biasanya.

Ketika Lebaran tiba, desa tersebut dipenuhi dengan suasana kegembiraan. Para pemuda dan pemudi mengenakan outfit-outfit mereka yang terbuat dari sarung dengan bangga. Mereka berkeliling desa untuk mengunjungi tetangga dan kerabat, sambil memamerkan keindahan dan keunikan busana mereka.

Para pengunjung yang datang untuk berkunjung tidak hanya terkesan dengan tampilan yang menawan, tetapi juga mengapresiasi upaya para pemuda-pemudi dalam melestarikan budaya lokal sambil tetap mengikuti tren fashion masa kini.

Dengan demikian, kreativitas pemuda Sampang dalam menggunakan sarung sebagai bagian dari outfit Ramadan dan Lebaran tidak hanya menjadi cermin dari keindahan budaya Madura, tetapi juga menjadi wujud dari semangat dan inovasi generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya mereka.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun