(Mantan) Musisi, (mantan) penyiar radio dan (mantan) perokok berat yang juga penyintas kelainan buta warna parsial ini, penikmat budaya nusantara, buku cerita, sepakbola, kopi nashittel, serta kuliner berkuah kaldu ... ingin sekali keliling Indonesia! Email : kaekaha.4277@yahoo.co.id
Qatar Airways "Kepingan Puzzle" Terakhir dari Misiku Ke Baitul Maqdis?
Tahukah anda, ternyata sisa satu safar ini justeru yang paling berat! Entah apa istilah yang paling pas dan tepat untuk menggambarkan situasinya ya!
Selain fakta Al Quds atau Baitul Maqdis kawasan tempat Masjidil Aqhsa berada yang masih dalam kontrol ketat pendudukan Israel, sehingga situasi keamanannya yang tidak stabil, faktanya waktu, biaya dan tentunya tenaga menjadi faktor lain yang ikut menentukan edisi terakhir dari trilogi perjalanan sunnah ini.
Baca Juga Yuk! Lho Mbah, Arah Kiblat Sholatnya Kok ke Arah Barat?
Kebetulan sudah beberapa kali apply bersama tour travel yang biasa melayani perjalanan sampai tembus ke Masjidil Aqhsa, tapi sayangnya kalau tour travel berbasis perjalanan ibadah muslim biasanya sudah dibundling dengan umrah ke Makkah dan Madinah, sedangkan bagi saya sunnahnya perjalanan ke sana sudah gugur dan saya ingin perjalanan yang fokus dan ekonomis.
Sedangkan kalau tour travel berbasis perjalanan ibadah non muslim meskipun tujuan sama ke Al Quds atau Baitul Maqdis, bisa dipastikan tidak akan pernah ada jadwal ke Masjidil Aqhsa-nya. Terus gimana dong?
Saya sudah beberapa kali melakukan pedekate dengan tour travel wisata berbasis perjalanan ibadah muslim yang juga biasa melayani perjalanan ke Baitul Maghdis. Memang ada paket perjalanan ke Baitul Maqdis yang nggak bundling dengan umrah yang biasanya menggunakan maskapai Qatar Airways, tapi paketnya biasa dibundling dengan paket perjalanan ke Mesir dan Jordania.
Bahkan beberapa juga di tambah dengan perjalanan ke Turki dan beberapa daerah di seputaran negeri-negeri di jazirah Arab lainnya, yang secara budaya ternyata juga mempunyai spesifikasi otentik yang berbeda-beda walaupun secara sekilas semuanya terlihat sama saja.
Baca Juga Yuk! Belajar dari Ketekunan dan Kejelian Nini Menabung Emas Demi Berhaji yang Lebih Murah dan Berkah
Masalahnya, untuk perjalanan opsi ke-2 Masjidil Aqhsa atau Al quds yang bundling Mesir dan Jordania, tujuan awalnya pasti Mesir atau Jordania dulu baru masuk Palestina via dua negara yang berbatasan langsung dengan wilayah pendudukan Israel itu. Walah, kalau begitu sunahnya gagal dong! He...he...he... Itulah yang jadi masalahnya kawan, kalau saya masih kekeuh dengan prinsip saya.
Jalan keluarnya sih sepertinya tetap sabar, terus berusaha dan tetap fokus berdoa, mudahan segera dimampukan untuk bisa menjadi tamuNya Allah SWT lagi di Masidil Haram dan Masjidil Nabawi, setelahnya baru ke Baitul Maqdis tempat berdirinya komplek Masjidil Aqsha. Tempat yang setiap hari saya mimpikan, bisa salat dan bersujud di dalamnya. Insha Allah! (BDJ23325)
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025