KOMENTAR
RAMADAN Pilihan

Kontrol Isi Dompetmu supaya Tak Lapar Mata Melulu

2 Mei 2020   13:20 Diperbarui: 2 Mei 2020   13:23 511 4

"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al A'raaf: 31)

Kutipan firman Allah SWT di atas membuktikan bahwa agama Islam telah mengajarkan umatnya untuk memiliki adab berpakaian serta makan dan minum yang secukupnya. Biasanya, makan dan minum berlebihan ini didahului dengan kalap saat belanja.

Istilah lain sesuatu yang berlebihan disebut mubazir. Dalam Islam, orang yang sering mubazir dikenal sebagai temannya setan. Makanya, jangan melakukan sesuatu lebih dari keperluan kita. Ujung-ujungnya hanya lapar mata saja.

Mata itu seperti panah setan. Kalau dibiarkan liar, mata akan membidik apa saja. Hal ini bisa membawa pada godaan sehingga manusia cenderung membenarkan dan mengikuti hawa nafsunya.

Berhubung aku sedang melaksanakan ibadah puasa, maka aku tak mau puasa batal hanya karena hal-hal sepele saja. Soalnya ibadah puasa itu bukan sebatas gugur kewajiban, tetapi harus ada nilai pahala didalamnya. Jika kita bisa menjaga hawa nafsu, Allah SWT akan membalasnya dengan keimanan yang berbuah manis.

Aku mulai menyadari kalau aku termasuk orang yang sering kalap saat belanja makanan dan minuman. Apalagi aku sering terhipnotis jika ada kata "promo" atau "diskon". Terutama di zaman now saat kita bisa memesan makanan dan minuman melalui aplikasi daring. Tinggal klik, semua akan terkirim langsung di depan rumah.

Begitu juga saat membeli takjil untuk berbuka puasa. Kadang aku ingin membeli semua yang ada di depan mata. Ujung-ujungnya, banyak yang tidak termakan karena terlalu kenyang. Huh, rasanya aku tak kuat ingin melambaikan tangan ke kamera. Haha

Supaya aku bisa lebih hemat karena terlalu sering membeli cemilan secara berlebihan, aku mau berbagi tips bagi Kompasianer yang kalap dalam belanja makanan dan minuman. Yuk, kita praktekkan:

1. Kontol diri
Aku sering mengontrol diri dengan memberi sugesti kepada diri sendiri sambil berbicara dalam hati "jangan lapar mata lagi!". Kalimat itu, aku ulangi terus menerus sampai diriku terkontrol dengan baik. Aku pun harus sadar bahwa lapar mata bisa berbanding terbalik dengan kapasitas perut.

2. Jauhi katalog produk cemilan yang diskon atau promo
Ingat kembali bahwa kita tidak boleh mubazir. Jangan biarkan makanan yang sudah dibeli justru terbuang percuma. Bisa jadi ketika mata lapar, kita akan jajan besar, dan perut semakin melebar.

3. Coba kreasi cemilan sendiri
Membuat cemilan tak ada salahnya dilakukan di rumah. Selain lebih murah, kita bisa lebih menjaga kualitas dan kebersihannya. Buang rasa malas karena saat cemilan sudah jadi pasti hati akan terasa puas.

4. Jadikan cemilan sebagai produk kemasan
Jika sudah rutin memasak dan rasanya enak, bukan tidak mungkin cemilan yang dibuat bisa dijual ke tetangga, teman, atau kerabat dekat lain. Berawal dari hobi, kita bisa memiliki bisnis sendiri. Kalau sudah begini, perut akan kenyang dan isi dompet tetap aman.

5. Alokasi dana dan waktu yang tepat
Jajan juga butuh anggaran dan waktu yang sesuai. Upayakan supaya kita selalu tegas terhadap diri sendiri sehingga alokasi dana bisa dibatasi. Dengan mengontrol dana dan waktu ini, kita bisa hindari jajan yang berlebihan sehingga bisa mencegah dampak buruk bagi kesehatan raga dan kesehatan kantong.

KEMBALI KE ARTIKEL


Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Laporkan Konten
Laporkan Akun