KOMENTAR
RAMADAN
Kurang dari Satu Detik: Kisah Di Matikannya Nabi Uzair dan Tertidurnya Ashabul Kahfi
13 Mei 2019 09:42
Diperbarui: 12 Mei 2020 00:29
3126
4
Asalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salah satu kisah fenomal dan diluar jangkauan akal sehat manusia hingga saat ini adalah kisah Nabi Uzair dan Ashabul Kahfi.
Nabi Uzair
Nabi Uzair AS adalah seorang Nabi dan Rasul utusan Allah. Beliau adalah salah satu diantara 313 Rasul utusan Allah. Nabi yang hidup pada masa Nabi saleh dan Nabi Ibrahim A.S, yaitu antara 5000 sampai dengan 4000 tahun sebelum masa Nabi Isa.
Uzair adalah seorang Nabi dari nabi-nabi Bani Israil. Dia-lah yang menjaga Taurat, lalu terjadilah peristiwa yang sangat mengagumkan padanya.
Suatu ketika uzair melihat sebuah negeri yang porak poranda, berdasarkan beberapa pendapat masyhur menyatakan bahwa negeri itu adalah Baitul Muqaddas, Palestina. Seluruh penduduk terbunuh dan porak poranda. Beliau merenungkan kenapa hal tersebut bisa terjadi. Beliau bertanya "Bagaimana Allah akan menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?". Kemudian Allah mematikan Nabi Uzair hingga 100 tahun lamanya.
Kemudian Allah menghidupkannya kembali. Pertama adalah matanya agar ia bisa melihat, berikut kemudian adalah anggota badannya. Ketika ia terbangun, Allah bertanya kepadanya melalui perantara malaikat. "Berapa lama kamu tinggal?" Ia menjawab, "Satu atau setengah hari." Hal ini karena ketika Nabi Uzair merasa tertidur, waktunya siang hari dan ketika bangkit juga pada siang hari. Hal ini secara lengkap di firmankan Allah dalam QS Al-Baqarah: 259.
Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu". [2: 259].