Nggak Usah War Takjil, Bikin Sendiri Aja.
Ramadan tiba dan agenda berburu takjil alias war takjil pun dimulai. Disebut war takjil karena pembeli takjil ini biasanya ramai, aktif sekali, sampai kesannya kalap takut kehabisan.
Lucunya yang ikutan war takjil kadang bukan hanya muslim. Warga non muslim juga gemar cari takjil karena banyak jajan yang enak-enak di bulan Ramadan.
Hal ini menjadi lelucon moderasi beragama yang cukup kocak. Bahkan salah satu pendeta juga mengungkap masalah war takjil ini di salah satu ceramahnya.
Sebenarnya penjual takjil melimpah pada bulan puasa. Namun tetap saja ada konsumen yang terkonsentrasi di tempat-tempat tertentu karena terkenal enak atau memiliki pilihan takjil yang beragam.
Begitu pun di sekitar tempat tinggal saya. Ada penjual takjil yang pembelinya menyemut. Saya harus berimpitan dengan banyak orang kalau beli di sana.
Pasar takjil ini menurut saya tentunya sangat membantu sekali untuk orang-orang sibuk yang tidak sempat membuat takjil sendiri. Pulang kantor sudah capai dan lelah, pasti tambah bete kalau harus nguplek di dapur bebikinan. Pasar takjil adalah pilihan yang tepat.
Nah, kalau pas hari Sabtu dan Minggu, bolehlah kita bikin takjil sendiri biar tidak usah terseret dalam arus war takjil.
