Mirabina L. Azzahra
Mirabina L. Azzahra Mahasiswa

Gadis yang menyukai jalan-jalan, kuliner, fotografi dan Pop-punk

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

"Menghadapi Kehidupan Setelah Lebaran: Membangun Kembali Rutinitas dengan Semangat Baru"

3 April 2025   23:10 Diperbarui: 3 April 2025   23:10 156
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
"Menghadapi Kehidupan Setelah Lebaran: Membangun Kembali Rutinitas dengan Semangat Baru"
Potret mengawali hari setelah lebaran (Sumber: Meta AI)

Selain itu, ibadah juga menjadi bagian yang tidak bisa dilupakan. Saya mencoba untuk tidak kehilangan momentum ibadah yang selama Ramadhan begitu intens. Meski tidak lagi sekuat bulan puasa, saya berusaha untuk tetap menjaga kualitas ibadah, seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur'an, dan berdoa. Memang, tidak selalu mudah, tetapi saya sadar bahwa kebiasaan ini bisa membantu saya tetap terhubung dengan Allah dan memperkuat ketenangan jiwa.

3. Menjaga Mental dan Emosional Setelah Lebaran

Lebaran memang penuh kebahagiaan, tetapi kembali ke kehidupan normal setelahnya bisa menjadi tantangan tersendiri. Mungkin ada rasa kehilangan karena suasana khas Ramadhan yang penuh kehangatan, kedamaian, dan kebersamaan. Saya sendiri merasakan sedikit keletihan setelah intens berinteraksi dengan banyak orang, baik itu keluarga atau teman. Saat kembali ke rutinitas sehari-hari, kadang ada perasaan "down" karena suasana Lebaran yang terasa sudah jauh.

Namun, saya belajar untuk mengelola perasaan ini dengan cara yang lebih positif. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan tetap menjaga komunikasi dengan keluarga dan teman-teman, meskipun tidak lagi sesering saat Lebaran. Berbagi cerita, memberikan kabar baik, atau sekedar mengirim pesan singkat bisa membantu menjaga kedekatan emosional.

Selain itu, penting juga untuk memberi diri ruang untuk beristirahat dan menenangkan pikiran. Setelah sebulan penuh beraktivitas lebih banyak, tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk pemulihan. Saya mulai lebih memperhatikan pentingnya me-time, entah itu dengan membaca buku, berjalan-jalan di taman, atau melakukan kegiatan yang saya sukai.

4. Membangun Rutinitas Harian yang Lebih Seimbang

Penting untuk menyadari bahwa kehidupan setelah Lebaran bukanlah tentang kembali ke "normal," tetapi tentang membangun rutinitas yang lebih seimbang. Saya berusaha untuk tidak hanya berfokus pada pekerjaan atau kewajiban sehari-hari, tetapi juga menjaga kualitas waktu untuk diri sendiri dan keluarga.

Salah satu hal yang saya coba terapkan adalah tidak membiarkan diri tenggelam dalam rutinitas yang monoton. Saya mulai merencanakan kegiatan-kegiatan kecil yang menyenangkan di akhir pekan, seperti berkumpul bersama teman atau pergi ke tempat baru yang ingin saya kunjungi. Ini membantu untuk menjaga semangat dan motivasi dalam menjalani hari-hari setelah Lebaran.

Penutup

Setelah Lebaran, kehidupan memang kembali ke rutinitas semula, tetapi kita bisa memilih bagaimana kita menyikapinya. Dengan semangat baru, kebiasaan baik yang terbentuk selama Ramadhan, dan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan dalam hidup, saya yakin kita semua bisa menjalani hari-hari setelah Lebaran dengan penuh keberkahan dan kebaikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun