Guru SMAN 5 Banda Aceh http://gurusiswadankita.blogspot.com/ penulis buku kolaborasi 100 tahun Cut Nyak Dhien, Bunga Rampai Bencana Tsunami, Dari Serambi Mekkah Ke Serambi Kopi (3), Guru Hebat Prestasi Siswa Meningkat
Mengapa Berlebaran di Aceh Tidak Populer Ke Tempat Wisata?
Jika berkunjung ke Aceh saat lebaran, lalu lintas akan ramai dengan keluarga atau orang-orang yang sedang dalam perjalanan kunjungan ke rumah sanak saudara-famili.
Suasana ini sangat berbeda dengan daerah lain seperti di Pulau Jawa, di mana saat keluarga berkumpul mereka akan merencanakan kunjungan ke lokasi wisata. Sehingga destinasi wisata akan membludak, dan tentu saja pemerintah daerah harus bersiap secara khusus. Sebaliknya di Aceh, justru area wisata kosong dari pengunjung. Mengapa?
Dalam tradisi Aceh, berkunjung ke tetangga atau saudara saat Lebaran sangat kuat karena memang memiliki nilai sosial dan budaya yang mendalam, yang lebih menekankan pada kebersamaan, silaturahmi, dan mempererat hubungan keluarga serta komunitas.
Mungkin ada beberapa alasan yang mendasarinya mengapa lebih banyak masyarakat di Aceh yang memilih untuk berkunjung ke rumah saudara atau tetangga daripada pergi ke tempat wisata saat Lebaran.
Barangkali ini juga sangat berkaitan dengan kesyariatan, terutama karena mayoritas penduduknya beragama Islam, tradisi Lebaran sangat kental dengan nilai-nilai agama, di antaranya adalah silaturahmi. Biasanya usai berpuasa ramadan sebulan penuh, Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk mempererat hubungan dengan keluarga, kerabat, dan teman-teman.
Silaturahmi dianggap sebagai amal yang sangat dianjurkan dalam Islam, dan mengunjungi saudara atau tetangga saat Lebaran menjadi bentuk nyata dari ajaran ini. Dengan saling berkunjung, masyarakat di Aceh merasa lebih dekat dan terhubung satu sama lain, menciptakan rasa kebersamaan yang kuat.
Seperti halnya banyak masyarakat di daerah lain, masyarakat Aceh sangat menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan rasa saling membantu. Lebaran adalah waktu yang sangat baik untuk memperkuat ikatan keluarga dan komunitas. Berkunjung ke rumah saudara atau tetangga tidak hanya untuk saling berbagi kebahagiaan, tetapi juga sebagai cara untuk menjaga hubungan baik, memberikan dukungan emosional, dan mempererat tali persaudaraan.
Sehingga kunjungan ini menjadi kesempatan untuk menyelesaikan perbedaan yang mungkin ada, memperbaiki hubungan yang renggang, serta menjaga harmoni dalam masyarakat.
Meskipun selalu ada sajian yang khas dari kulinernya saat lebaran, namun sejatinya Lebaran bukan hanya soal makan bersama atau berbagi hadiah, tetapi juga tentang menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat. Berkunjung ke rumah saudara atau tetangga memungkinkan keluarga untuk berkumpul, saling bercerita, dan merayakan kebersamaan.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025