Mengapa Orang Eropa Besok Menggeser Waktu Mereka Satu Jam?
Di Eropa ada praktik menggeser jam satu jam ke depan selama bulan-bulan musim panas. Praktik perubahan waktu di musim panas tersebut dikenal di Jerman sebagai "Zeitumstellung" terjadi pada hari Minggu terakhir bulan Maret, di mana jam 2 pagi diubah menjadi jam 3 pagi. Sebaliknya, pada hari Minggu terakhir bulan Oktober, jam dikembalikan satu jam ke belakang, dari jam 3 pagi menjadi jam 2 pagi, menandai kembalinya waktu standar atau "Normalzeit".
Asal-usul praktik ini di Jerman dimulai pada tahun 1916 selama Perang Dunia I, dengan tujuan memanfaatkan cahaya matahari secara lebih efisien dalam sektor pertanian dan industri pertahanan.
Dengan memajukan jam satu jam, diharapkan aktivitas manusia dapat lebih selaras dengan periode terang alami, sehingga mengurangi kebutuhan akan penerangan buatan yang pada akhirnya menghemat energi.
Sebagai contoh, pada bulan-bulan musim panas, dengan jam yang dimajukan, orang-orang dapat menikmati lebih banyak waktu terang di sore dan malam hari. Ini berarti mereka dapat mengurangi penggunaan lampu dan peralatan listrik lainnya di rumah, kantor, dan tempat umum, yang berkontribusi pada penghematan energi secara keseluruhan.
Namun, setelah perang berakhir, tepatnya pada tahun 1919, kebijakan ini dihentikan. Akan tetapi, selama Perang Dunia II, tepatnya pada tahun 1940, Jerman kembali menerapkan waktu musim panas.
Setelah perang usai, antara tahun 1945 hingga 1949, berbagai aturan terkait perubahan waktu diterapkan, termasuk eksperimen pada tahun 1947 dengan "Mitteleuropische Hochsommerzeit" (Waktu Musim Panas Tinggi Eropa Tengah), yang menambahkan satu jam ekstra selama bulan Mei hingga Oktober. Namun, eksperimen ini tidak berlanjut di tahun-tahun berikutnya.
Dalam bahasa Inggris (terutama di Amerika Serikat dan Inggris), istilah yang digunakan untuk praktik menggeser jam ini adalah "Daylight Saving Time" (DST). Di Amerika, istilah "Spring Forward" digunakan untuk menggambarkan pergeseran waktu satu jam ke depan di musim semi, sedangkan "Fall Back" digunakan untuk menjelaskan kembalinya waktu standar di musim gugur.
Mengapa jam diubah?
Sejak tahun 1916, Kekaisaran Jerman memperkenalkan waktu musim panas untuk memanfaatkan cahaya siang secara lebih optimal dalam bidang pertanian dan industri pertahanan. Selama tiga tahun, Jerman mengubah jamnya dari akhir Maret hingga akhir September dengan menambahkan satu jam ke depan. Namun, pada tahun 1919, kebijakan ini dibatalkan kembali. Pada awal Perang Dunia II, tepatnya tahun 1940, Jerman kembali menerapkan waktu musim panas.