suka update terbaru tapi random (tunggu aja bakal update apa yaa? )
Program Kegiatan Ramadhan (PKR) di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta
Bulan Ramadhan selalu menjadi waktu yang penuh berkah bagi umat Muslim, di mana setiap detik dipenuhi dengan kesempatan untuk memperdalam ibadah dan memperbaiki diri. Namun, ada satu tempat di Yogyakarta yang menjadikan Ramadhan lebih istimewa yaitu Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Nurussalam Krapyak. Disini, Program Kegiatan Ramadhan (PKR) bukan sekadar serangkaian acara, tetapi sebuah perjalanan spiritual yang mendalam, menggabungkan pengajian kitab dan al-quran, ibadah, dan pembentukan karakter yang berkelanjutan. Bagaimana rutinitas padat yang mampu mengubah cara pandang dan kehidupan para santri? Mari kita telusuri lebih dalam kegiatan luar biasa yang membuat Ramadhan di Al-Munawwir tak terlupakan!
Pengajian Kitab: Lima Kitab Setiap Hari
Kegiatan PKR di pesantren ini dimulai dengan pengajian yang dilaksanakan setiap hari setelah subuh hingga pukul 11 malam. Pengajian dipagi hari dan malam setelah tarawih ini dilakukan dengan mempelajari dua kitab yang berbeda. Sedangkan diwaktu ashar setelah berjamaah hanya satu kitab. Setiap tiga hari sekali, jadwal kitab yang dipelajari akan silih berganti. Hal ini memberikan variasi dan kedalaman pemahaman bagi santri mengenai berbagai kajian keagamaan. Kitab -- kitab ini biasanya berkaitan dengan ilmu fiqih, aqidah dan tasawuf, yang menjadi bagian penting dalam pembentukan kepribadian santri agar lebih mendalam dalam memahami agama.
Pengajian kitab ini menjadi rutinitas yang sangat penting bagi para santri di Pondok Pesantren Al -- Munawwir, karena selain dapat menambah wawasan keagamaan, juga mengajarkan mereka untuk disiplin dan konsisten dalam belajar. Menariknya, pengajian ini dilaksanakan secara offline dan online melalui live dari akun YouTube Almunawwir Nurussalam. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk tidak mengaji.
Tarawih Malam Hari: Pembacaan Al-Qur'an dengan Bil-Ghoib
Selain pengajian pagi, sore dan malam setelah tarawih, kegiatan PKR di Pondok Pesantren Al -- Munawwir juga diwarnai dengan kegiatan ibadah malam, khususnya sholat tarawih. Setiap malam, setelah sholat Isya, para santri dan jamaah melaksanakan sholat tarawih berjamaah. Yang menarik disini adalah, untuk bilal dan kultum pada sholat tarawih, santri itu sendiri yang sudah ditugaskan untuk mengisi tugas tersebut. Hal ini tentu menjadi kesempatan bagi santri untuk mengasah kemampuan dalam berdakwah dan berbicara di depan umum dengan lebih percaya diri dan nantinya bisa menjadi bekal saat terjun ke masyarakat.
Adapun imam untuk sholat tarawih adalah pengasuh dari komplek Nurussalam, yaitu Abah KH. Fairuzi Afiq Dalhar yang kerap disebut dengan panggilan Abah Uzi oleh para santri. Beliau merupakan sosok yang sangat dihormati oleh para santri dan jamaah, karena kedalaman ilmu dan keikhlasannya dalam mengajarkan agama. Sholat tarawih di Al -- Munawwir tidak hanya sekedar ritual biasa, namun juga menjadi momen pembelajaran spiritual yang mendalam.
Selain itu, dalam setiap sholat tarawih, setelah membaca Al -- Fatihah, para jamaah akan melanjutkan dengan membaca surah dari juz 1. Menariknya, dalam sholat tarawih di pesantren ini, setiap hari akan selesai membaca setengah juz. Pembacaan Al -- Quran yang intens ini tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban ibadah, namun juga memberikan kesempatan bagi jamaah untuk lebih dekat dengan kitab suci yaitu Al -- Quran dan memperoleh pahala yang berlimpah di bulan yang penuh berkah ini.
PKR yang Membentuk Karakter dan Kepribadian
Selain pengajian dan ibadah, program kegiatan Ramadhan di Pondok Pesantren Al-Munawwir juga memberi dampak besar bagi karakter dan kepribadian santri. Kegiatan ini memiliki struktur kepengurusan yang beranggotakan santri dengan berbagai divisi beserta program kerja yang membantu melancarkan jalannya kegiatan PKR ini.
Melalui rutinitas PKR yang padat ini, mereka belajar tentang disiplin, ketekunan, dan tanggung jawab. Kegiatan sholat berjamaah, pengajian yang berlangsung sepanjang hari, serta peran mereka dalam memimpin kultum dan menjadi bilal tarawih, semuanya membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih matang dalam bidang spiritual dan sosial.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025