Wawan Ridwan AS
Wawan Ridwan AS Guru

Konsep, Sikap, Action menuju Good Respect.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Artikel Utama

Tips Lebaran: 11 Cara Cerdas Menghadapi Pertanyaan Sensitif

30 Maret 2025   14:42 Diperbarui: 31 Maret 2025   11:22 796
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tips Lebaran: 11 Cara Cerdas Menghadapi Pertanyaan Sensitif
Ilustrasi berkumpul dengan kerabat dekat saat sedang Lebaran. (Sumber: Shutterstock/Odua Images via kompas.com)

Interaksi sosial dapat terasa sangat melelahkan, terlebih bila Anda adalah introvert. Jika Anda merasa kelelahan, jangan ragu untuk membatasi waktu bersosialisasi dan mengambil istirahat sejenak. (Sumber)

9. Terapkan Mindfulness

Teknik meditasi ini membantu Anda menerima dan menjalani kenyataan yang sedang dihadapi. Proses ini dapat membantu Anda mengelola stres dan meredakan emosi dengan baik.

Tips melakukan mindfulness
Carilah tempat yang tenang dan bebas dari gangguan. Duduk dengan nyaman, baik di kursi atau bersila di lantai, dengan punggung lurus. Bernapas perlahan sambil fokus pada setiap tarikan dan embusan napas.
Saat pikiran mulai mengganggu, sadari hal tersebut dan kembali fokus pada napas. Lakukan hal ini selama 3--5 menit atau sesuai dengan kebutuhan.

10. Tetap berpikir positif

Cobalah mengubah sudut pandang dan melihat pertanyaan itu sebagai tanda perhatian orang lain terhadap kehidupan Anda. Memandang dari sisi positif membantu membuat diri Anda merasa lebih tenang.

11. Lebih Realistis Menyikapi Situasi Kondisi

Kita harus menyadari bahwa pertanyaan yang muncul tidaklah salah, wajar pula teman atau saudara yang lama yang tidak berjumpa bertanya kabar kita.

Bukan pertanyaannya yang salah, namun kita tidak siap menerima keadaan kita diketahui orang lain. Belum menikah, masih nganggur, numpang pada orang tua, dan seterusnya. 

Jangan segala sesuatu dimasukkan dalam pikiran. Hal-hal receh, pertanyaan yang dianggap sensitif bisa disikapi dengan santai sebagai sebuah dinamika realita. 

Jika kita tersinggung dengan pertanyaan semacam itu, artinya kita belum berdamai dengan keadaan. Bukan artinya pula kita sampaikan terbuka pada penanya. Tapi kita lebih bisa menerima pertanyaan itu untuk disikapi dengan senyuman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun