Agung Han
Agung Han Wiraswasta

Part of #Commate'22-23 - KCI | Kompasianer of The Year 2019 | Fruitaholic oTY'18 | Wings Journalys Award' 16 | agungatv@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Yuk, Jalankan Kebiasaan Sedikit Makan dan Konsumsi Madu Kojima!

4 Mei 2021   17:20 Diperbarui: 4 Mei 2021   17:27 1502
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpri
dokpri
Puasa Ramadan bisa dijadikan ajang latihan, melatih mengelola (atau mengendalikan) hawa nafsu.  Saya jadi ingat saat memulai diet  (lima tahun silam), kala itu dokter menasehati saya,  untuk makan sedikit tapi sering dibanding makan banyak (atau buuanyak) tapi jarang.

Konon, makan sedikit memberi kesempatan tubuh menyerap zat yang ada di makanan tersebut. Kemudian setelah perut merasa lapar, baru makan lagi dalam porsi secukupnya -- begitu seterusnya.

Sementara makan dalam porsi banyak, tidak memberi kesempatan tubuh menyerap sari makanan dengan baik. Mengingat pesan dokter, saya seperti menemukan benang merah. Kebiasaan sedikit makan, ditinjau dari sudut pandang syariat dan medis.

-----

Ibnu Kaldun pernah berpesan ; Kalau ada banyak korban gara-gara musibah kelaparan, maka yang mati gara-gara kelaparan sesungguhnya bukan karena lapar, tapi karena kebiasaan kenyang.

Kita bisa belajar dari kisah masa lalu, bahwa dari sebuah piring ternyata memberi banyak ibroh. Melalui sebuah piring, bisa mewakili syahwat karakter seseorang, bisa menggambarkan syahwat jiwa/ kebiasaan dan syahwat-syahwat yang lainnya.  Gaya hidup sedikit makan, bisa menjadi cara melatih agar fisik sehat dan jiwa juga sehat.

Mengikuti kajian bersama dokter Zaidun Akbar, membuat saya diam-diam meragukan kalimat "Men Sana in Corpore Sano" (dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat). Seharusnya dibalik, diawali dari jiwa yang kuat, maka membuat tubuh sehat.

Semoga bermanfaat

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun