Agung Han
Agung Han Wiraswasta

Part of #Commate'22-23 - KCI | Kompasianer of The Year 2019 | Fruitaholic oTY'18 | Wings Journalys Award' 16 | agungatv@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Berbuka Puasa dengan yang (Tidak Sekadar) Manis

14 April 2023   20:24 Diperbarui: 14 April 2023   20:28 413
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Berbuka Puasa dengan yang (Tidak Sekadar) Manis
dokumentasi pribadi

Kompasianer's, selamat menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan. Semoga puasa kita membawa keberkahan, berhasil memroses diri menjadi pribadi lebih baik--aamiin.

Ramadan identik dengan (salah satunya) ngabuburit, tradisi lama yang terpertahankan hingga kini. Saya punya banyak pengalaman ngabuburit, baik semasa di kampung halaman, di tanah rantau semasa bujang, pun setelah menjadi bapack-bapack---hehehe.

Di tempat ngabuburit inilah, kita bisa dapati aneka takjil dan menu berbuka yang dijual. Dulu, saya suka kalap di tempat ini. Membeli takjil sesuai mood, asal manis dan sekiranya suka langsung dibeli.

Siapa nyana, kebiasaan demikian ternyata salah. Ramadan membuat tubuh saya melar, akibat tidak kontrol jenis dan kuantitas asupan. Hingga akhirnya saya tumbang, karena obesitas dan penyakit lainnya. Saya pernah, menuliskan ulasannya di Kompasiana.

Saya membaca artikel, tentang quote " berbukalah dengan yang manis". Sebenarnya bukan hadist, tapi (ada yang mengatakan) tagline iklan minuman. Sementara kebiasaan berbuka Baginda Nabi SAW, adalah dengan kurma.

Sebagian ulama meng-qiyas-kan kurma dengan makanan manis, dan orang awam mempersepsikan manis dengan sejumlah makanan. Misalnya kolak, es campur, es buah, bubur sumsum, dan lain sebagainya. Tetapi saya dibuat kapok, kebanyakan makanan manis membuat saya berpotensi diabetes. 

Akhirnya saya memilih, berbuka dengan manis dan alami. Saya berbuka dengan kelapa muda murni.  Manisnya air kelapa, manjur menghilangkan dahaga dan pas untuk membatalkan puasa. Berikut, video reels sebagai pendukung artikel, sekaligus menjawab tantangan Samber THR hari ini. Semoga bermanfaat.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun