Part of #Commate'22- Now - KCI | Kompasianer of The Year 2019 | Fruitaholic oTY'18 | Wings Journalys Award' 16 | agungatv@gmail.com
Setelah Ramadan Bercerita Selesai Lalu Bagaimana?
--- -- --
Setengah abad, diperkenankan-Nya bernafas menjalani hari ke hari. Sedikit banyak saya bisa membedakan, suasana Ramadan dengan bulan- bulan selainnya.
Bagi saya Ramadan, seperti memiliki daya magis yang susah dijelaskan. Bahwa meresapi bulan Ramadan, musti dari sudut pandang hati. Mau jujur sejujur-jujurnya, bersedia menaklukan ego.
Bahwa hanya di Ramadan, ada pergerakan kolektif dalam hal kebaikan. Setiap orang dengan suka rela, berlomba-lomba berbuat baik. Sore di bulan Ramadan, semesta menampilkan suka cita di mana-mana.
Pedagang sedang meraup berkah, dagangan takjil-nya diserbu pembeli. Masjid mushola menggelar buka puasa, jamaah berjajar menunggu bedug berbuka. Yang dompet sedang tipis, tak ada alasan tidak bisa makan.
Kaum muslimin, dinaungi atmosfer keistimewaan. Puasanya, berkegiatannya, ibadahnya, bahkan sampai tidurnya, semua ada value yang didapatkan. Sekecil apapun kebaikan, niscaya dilipatgandakan ganjaran. Tugas kita, terus meluruskan niat.
Termasuk saat menulis, kita bisa niatkan untuk berbagi kebaikan. Agar tulisan menjadi amal, yang kelak memberatkan timbangan kebaikan di hari pembalasan.
Setelah Ramadan Bercerita Selesai Lalu Bagaimana?
Kita manusia, diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Tugas kekhalifahan adalah tugas mulia, yang akan membentuk manusia sebagai hamba sejati.
Manusia mengemban amanah, untuk sujud beribadah kepada-Nya. Mengelola, memelihara alam semesta seisinya. Demi kemakmuran bersama, diestafetkan dari generasi ke generasi.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025