Agung Han
Agung Han Wiraswasta

Part of #Commate'22- Now - KCI | Kompasianer of The Year 2019 | Fruitaholic oTY'18 | Wings Journalys Award' 16 | agungatv@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Setelah Ramadan Bercerita Selesai Lalu Bagaimana?

4 April 2025   10:56 Diperbarui: 5 April 2025   07:39 270
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Setelah Ramadan Bercerita Selesai Lalu Bagaimana?
suasana idul fitri- (Dokumentasi Pribadi)

--- -- --

suasana mudik- (Dokumentasi Pribadi)
suasana mudik- (Dokumentasi Pribadi)

Setengah abad, diperkenankan-Nya bernafas menjalani hari ke hari. Sedikit banyak saya bisa membedakan, suasana Ramadan dengan bulan- bulan selainnya.

Bagi saya Ramadan, seperti memiliki daya magis yang susah dijelaskan. Bahwa meresapi bulan Ramadan, musti dari sudut pandang hati. Mau jujur sejujur-jujurnya, bersedia menaklukan ego.

Bahwa hanya di Ramadan, ada pergerakan kolektif dalam hal kebaikan. Setiap orang dengan suka rela, berlomba-lomba berbuat baik. Sore di bulan Ramadan, semesta menampilkan suka cita di mana-mana.

Pedagang sedang meraup berkah, dagangan takjil-nya diserbu pembeli. Masjid mushola menggelar buka puasa, jamaah berjajar menunggu bedug berbuka. Yang dompet sedang tipis, tak ada alasan tidak bisa makan.

Kaum muslimin, dinaungi atmosfer keistimewaan. Puasanya, berkegiatannya, ibadahnya, bahkan sampai tidurnya, semua ada value yang didapatkan. Sekecil apapun kebaikan, niscaya dilipatgandakan ganjaran. Tugas kita, terus meluruskan niat.

Termasuk saat menulis, kita bisa niatkan untuk berbagi kebaikan. Agar tulisan menjadi amal, yang kelak memberatkan timbangan kebaikan di hari pembalasan.

Setelah Ramadan Bercerita Selesai Lalu Bagaimana?

suasana ngabuburit- (Dokumentasi Pribadi)
suasana ngabuburit- (Dokumentasi Pribadi)

Kita manusia, diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Tugas kekhalifahan adalah tugas mulia, yang akan membentuk manusia sebagai hamba sejati.

Manusia mengemban amanah, untuk sujud beribadah kepada-Nya. Mengelola, memelihara alam semesta seisinya. Demi kemakmuran bersama, diestafetkan dari generasi ke generasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun