Seorang perangkai kata yang berusaha terus memberi dan menjangkau sesama. Editor, penulis dan pengelola Penerbit Bajawa Press. Melayani konsultasi penulisan buku.
Tepi Jurang Permohonan
Dalam momen itu, waktu seakan berhenti. Rania menatap jurang yang dalam di depannya, dan di sisi lain, Arman yang penuh harapan. Keputusan itu berada dalam tangannya.
Namun, sebelum ia sempat menjawab, suara di kejauhan membuat mereka tertegun: suara langkah kaki yang semakin mendekat. Rania dan Arman menoleh, dan sejuta kemungkinan menghantui pikiran mereka. Mungkin salah satu dari mereka akan terpaksa menghadapi sebuah kenyataan baru, sebuah perubahan yang tidak terduga.
Di tengah ketegangan yang menggantung di udara, Rania tersenyum sinis, "Kita mungkin tidak perlu memikirkan permohonan maaf atau pengampunan. Keputusan ini akan diambil oleh takdir."
***
Cerita ini menyisakan jurang yang dalam, tak hanya di antara Rania dan Arman tetapi juga di hati pembaca. Apakah mereka akan kembali kepada persahabatan mereka? Akankah Arman dan Rania bersama-sama atau salah satu dari mereka akan jatuh ke dalam spasi yang tak terduga? Hanya waktu yang akan menjawab, dan jawaban itu, seperti kalung persahabatan itu, mungkin masih bisa diperbaiki.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025