Alghifario
Alghifario Mahasiswa

Mainnya Hebat

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Tradisi Memberi THR Pada Era sekarang: Asal-usul dan Alasan

17 April 2024   21:46 Diperbarui: 17 April 2024   23:20 1976
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tradisi Memberi THR Pada Era sekarang: Asal-usul dan Alasan
Merayakan Hari raya Lebaran (Dokumentasi pribadi)

6.       Penguatan Nilai-Nilai Kebaikan dan Keadilan

Tradisi THR juga menjadi wahana untuk memperkuat dan mendorong praktik nilai-nilai kebaikan dan keadilan dalam masyarakat. Melalui pemberian THR yang adil dan berkesinambungan, masyarakat diajarkan untuk menghargai kerja keras dan memberikan penghargaan yang pantas kepada sesama. Hal ini menciptakan lingkungan sosial yang lebih inklusif dan berkeadilan, di mana semua individu merasa dihargai dan diakui atas kontribusi mereka.

 

7.       Peran Ekonomi dan Perekonomian

Hari Raya Idul Fitri juga memiliki dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi dan perekonomian secara keseluruhan. Pemberian THR tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi penerima dalam mempersiapkan kebutuhan selama perayaan, tetapi juga memberikan stimulus ekonomi yang signifikan bagi sektor ritel, perhotelan, pariwisata, dan industri lainnya. Ini menciptakan siklus ekonomi yang berputar dan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi negara secara keseluruhan.

Merayakan Hari raya Lebaran (Dokumentasi Pribadi)
Merayakan Hari raya Lebaran (Dokumentasi Pribadi)

Tradisi THR pada era sekarang

Pada era sekarang, tradisi THR telah mengalami berbagai perkembangan yang mencerminkan dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi. Pada era sekarang, Pemberian THR sudah menggunakan sistem Transfer, baik Transfer bank, e-wallet. Hal ini memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi majikan dengan karyawannya serta memudahkan bagi Keluarga yang lebarannya terhambat oleh waktu dan jarak.

Pada wawancara dengan Haekal, Beliau mengatakan "THR kan udah lama dilakuin di hampir seluruh keluarga Indonesia (diluar negeri tidak ada setau saya), dan sampai sekarang masih dilakukan, dan sebenarnya, memberi THR itu bukanlah perilaku yang menyimpang terhadap agama, namun memang sebaiknya kita mengajarkan pada anak-anak kita di zaman sekarang untuk tidak mengingat 'lebaran' sebagai bagi-bagi THR, karena pada dasarnya lebaran itu merupakan ajang silaturahmi dengan sanak saudara, bukan mengemis uang kepada sanak saudara." 

Hal tersebut menjelaskan bahwa pada era sekarang, seringkali Masyarakat terutama anak-anak pada saat hari lebaran, mereka mengharapkan THR ketimbang silaturahmi dengan saudara-saudara. Lalu Mahasiswa tersebut menjelaskan bahwa pada era sekarang, sebaiknya anak-anak diajarkan untuk memprioritaskan silatuhrami dengan saudara bukan mengemis.

Merayakan Hari raya lebaran (Dokumentasi Pribadi)
Merayakan Hari raya lebaran (Dokumentasi Pribadi)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Content Competition Selengkapnya

15 March 2024

MYSTERY CHALANGE

Mystery Challenge | Video Youtube to KGNow Semarak Pasar Takjil
ramadan bercerita 2024  ramadan bercerita 2024 hari 5 
16 March 2024
Lokasi Ngabuburit Favorit
ramadan bercerita 2024 ramadan bercerita 2024 hari 6
17 March 2024
Menu Sahur Tinggi Serat
ramadan bercerita 2024 ramadan bercerita 2024 hari 7

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun