Andri Hadiansyah
Andri Hadiansyah Psikolog

Tertarik dalam pengembangan sumber daya manusia yang bermakna dan bermanfaat untuk sesama

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Ramadan: Menguatkan, Kita adalah Tim, Kita adalah Keluarga

4 April 2024   09:01 Diperbarui: 4 April 2024   09:06 129
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ramadan: Menguatkan, Kita adalah Tim, Kita adalah Keluarga
sumber gambar pribadi

Di dunia kerja yang dinamis ini, ada satu hal yang tak ternilai harganya: hubungan yang kuat di antara anggota tim. Ketika kita berbicara tentang kesuksesan organisasi, bukan hanya tentang strategi yang cerdas atau produk yang unggul. Lebih dari itu, itu tentang semangat kebersamaan, kepercayaan, dan dukungan yang kita berikan satu sama lain. Kita adalah tim, kita adalah keluarga.

Pertama-tama, mari kita bicara tentang semangat kebersamaan. Saat kita saling mendukung, memotivasi, dan menghargai kontribusi masing-masing, kita menciptakan lingkungan kerja yang membangkitkan semangat. Setiap orang merasa dihargai dan memiliki peran penting dalam mencapai tujuan bersama. Kita bekerja bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk keberhasilan tim secara keseluruhan.

Selain itu, ada juga unsur kepercayaan yang sangat penting. Dalam tim yang solid, kepercayaan adalah pondasi yang memungkinkan ide-ide kreatif berkembang dan keputusan dibuat dengan keyakinan. Ketika setiap anggota tim merasa bahwa mereka dapat mengandalkan satu sama lain, kolaborasi menjadi lebih lancar, dan tantangan-tantangan pun dapat diatasi dengan lebih efektif.

Namun, tidak hanya tentang pekerjaan keras dan pencapaian target. Sebagai keluarga organisasi, kita juga peduli satu sama lain di luar konteks pekerjaan. Mendukung saat ada yang mengalami kesulitan, merayakan kesuksesan bersama, dan menjaga keseimbangan kehidupan kerja-pribadi yang sehat adalah bagian penting dari ikatan yang kita bangun sebagai keluarga.

Bagaimana kita menciptakan nuansa kekeluargaan di tempat kerja? Salah satu kuncinya adalah komunikasi yang terbuka dan jujur. Dengan berbagi gagasan, kekhawatiran, dan harapan secara transparan, kita membangun pemahaman yang lebih dalam dan menghindari konflik yang tidak perlu. Moment Ramadan ini menjadikan tim saling menguatkan menjadi satu kesatuan dalam mencapai harapan bersama

Selain itu, apresiasi dan pengakuan juga memainkan peran besar. Mengucapkan terima kasih secara tulus, memberikan pujian atas pencapaian, dan merayakan momen-momen penting bersama-sama menguatkan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap tim. Serta mampu mengevaluasi kesalahan dengan menerima dengan perubahan kearah yang lebih baik lagi.

Jadi, mari kita terus menjaga semangat "kita adalah tim, kita adalah keluarga" dalam setiap langkah kita. Dengan kerjasama yang solid, rasa saling percaya, dan dukungan yang tak tergoyahkan, kita bisa meraih prestasi yang lebih besar dan menjalani perjalanan organisasi dengan kebahagiaan yang sejati. Kita bukan hanya sekadar bekerja, tapi kita membangun masa depan bersama sebagai satu keluarga yang kuat dan harmonis dalam sebuah Rumah yaitu Universitas Al-Azhar Indonesia

Dengan menjaga kekompakan dan silaturahim serta saling menguatkan, Tim Promosi dan PMB Universitas Al-Azhar Indonesia tidak hanya menjadi sebuah tim secara profesional, tetapi juga menjadi keluarga yang mendukung satu sama lain dalam perjalanan keberhasilan bersama. Semangat inilah yang mewarnai setiap langkah tim ini, menjadikan mereka kekuatan dengan segala permasalahan yang ada dalam menjaga harmoni di tempat kerja dan meraih prestasi yang gemilang serta tujuan bersama untuk mencapai jumlah mahasiswa.

Tetap semangat dan terus saling mengingatkan dalam hal kebaikan

sumber gambar pribadi
sumber gambar pribadi

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun