Anis Contess
Anis Contess Guru

aniesday18@gmail.com. Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. Mari tebar cinta dengan kata-kata.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Atasi Skimming, Ganti Kartu ATM Anda

8 Mei 2019   17:18 Diperbarui: 8 Mei 2019   19:41 410
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Atasi Skimming, Ganti Kartu ATM Anda
indonesiaexpat.biz

Mulanya saya tidak tahu mengapa petugas bank tempat saya membuka rekening, ngotot meminta kartu ATM saya. Dia bilang akan mengganti kartu lama, dengan jenis terbaru, yang berchip

Tak ada prosedur apapun, kartu diminta, dibuatkan baru, persis seperti membuat kartu ATM baru dulu. Pembuatan Pin saya lakukan lagi, tanda tangan di belakang kartu. Dalam hitungan menit selesai. Beda bentuk sih, sepertinya punya saya yang lama lebih tebal dan berat sedangkan yang baru lebih tipis dan ringan.

Saya beum jelas benar apa maksud dan tujuan penggantian saat itu. Petugas bank, satpam dan customer service cuma bilang kartu ATM saya akan diganti dengan teknologi chip, yang bisa menjadikan kartu ATM saya lebih aman. Pasrah, saya pikir ini kegiatan rutin saja seperti ganti buku tabungan, kalau habis ya diganti. 

Ternyata setelah membaca menonton berita di televisi tentang bagaimana pelaku kejahatan membobol ATM serta membaca  beberapa berita terkait kejahatan dengan modus menggandakan ATM, baru saya mengerti mengapa kartu ATM saya perlu diganti.

Mengapa perlu diganti? Karena kartu ATM saya yang lama berteknologi pita magnetik. Ini rawan skimming, digandakan oleh penjahat. Sebagaimana dikatakan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana pada Kompas.com 29/3/2 018 lalu. 

Dia juga menjelaskan, skimming dilakukan dengan memasang perangkat skimmer di slotcard alias lubang tempat memasukkan kartu pada mesin ATM. Kemudian, data nasabah yang terdapat di dalam kartu debit yang dilengkapi pita magnetik (magnetic stripe) digandakan dengan menggunakan skimmer dan dipindahkan ke kartu baru. 

Dengan teknologi chip kartu tidak akan bisa digandakan. Berarti cara ini lebih aman. Sampai saat ini, itulah satu satunya cara mengatasi skimming. Tentang hal ini Heru menjelaskan" Tidak ada alat anti skimming, yang paling efektif adalah menggantik kartu ATM dari magnetic stripe ke cip. Sampai saat ini (kartu dengan cip) belum bisa digandakan. Kalau diganti ke cip akan lebih aman," tutur Heru.

Sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya kejahatan  pembobolan dana nasabah dengan metode skimming  (pencurian data nasabah pada kartu debit) maka migrasi kartu dari pita magnetik kemigrasi kartu dari teknologi pita magnetik ke teknologi chip perlu segera dilakukan.

Tidak hanya pihak bank yang memang berkewajiban terus menerus menganjurkan, namun dari pihak nasabah hendaknya juga dengan ringan langkah, rela hati, menyempatkan, mengganti kartu ATM lamanya. 

Demi keamanan data dan isi rekening kita. Kepada pihak bank saya harap tak lelah mengkampanyekan hal ini, sebab sebagian besar masyarakat, seperti saya dulu masih kurang mengerti tentang migrasi kartu ATM ini. Efeknya banyak nasabah yang masih belum mengganti, tetap menggunakan kartu ATM nya yang lama sebagai alat bertransaksi.

Hemat saya, mengganti kartu merupakan upaya pencegahan, wujud kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya tindakan kejahatan yang kadang kita tak menyangka bisa terjadi pada diri kita. Apalagi di bulan Ramadhan ini. Bulan ketika lalu lintas keuangan serta kebutuhan akan uang meningkat tajam. Maka, waspadai modus kejahatan finansial perbankan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun