Muhammad Arief Ardiansyah
Muhammad Arief Ardiansyah Lainnya

Pencerita data dan penggiat komoditi.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Harga Pangan Relatif Stabil, Kok Pedagang Malah Was-was?

29 April 2020   14:10 Diperbarui: 29 April 2020   14:05 807
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Harga Pangan Relatif Stabil, Kok Pedagang Malah Was-was?
Pedagang sayur di Pasar Sumber Artha Bekasi (Liputan6).

Layanan belanja online di Pasar Atrium Pondok Gede (Disdagperin Kota Bekasi).
Layanan belanja online di Pasar Atrium Pondok Gede (Disdagperin Kota Bekasi).

Tetapi masih banyak warga kota Bekasi yang belum mengetahui layanan ini. Kalau pun sudah mengetahui, sebagian besar masih cenderung memilih untuk berbelanja langsung di pasar atau gerobak sayur langganan setiap pagi.

Kedua, para pedagang juga masih merasa was-was akibat berhembusnya kabar pasokan beberapa komoditi yang terhambat akibat cuaca. Beberapa sentra produksi pangan di daerah dikabarkan gagal mencapai target panen akibat hujan yang kerap mengguyur setiap hari.

Pemerintah pun sudah kembali membuka keran impor untuk memenuhi kebutuhan pasar. Namun kebijakan yang cukup terlambat ini berpotensi menimbulkan jarak (gap) waktu dari masuknya bahan pangan tersebut ke Indonesia sampai tiba di pasar-pasar tradisional.

Akibatnya, amat mungkin terjadi lonjakan harga pada beberapa komoditi seperti gula putih dan bawang. Inilah yang membuat pedagang was-was, karena rendahnya omzet yang mereka hasilkan hari ini belum tentu cukup menjadi modal lagi kalau-kalau harga pangan melonjak tinggi.

Di samping itu, para pedagang sendiri sebagian besar sudah tergolong ke dalam kelompok yang rentan miskin. Gangguan sedikit saja pada proses transaksi dari hari ke hari bisa membuat mereka miskin dalam seketika.

Oleh karenanya, amat penting bagi kita untuk tetap berbelanja bahan pangan melalui pasar tradisional. Langkah sederhana ini dapat terasa begitu bermakna bagi para pedagang di luar sana. Margin keuntungan tipis-tipis yang mereka kumpulkan amat berarti untuk menyambung hidup dan dagang dari hari ke hari.

Jangan lupakan juga untuk hanya membeli barang dalam kuantitas yang memang kita butuhkan. Berbelanja melebihi kebutuhan hanya akan menurunkan stok persediaan di pasar dan dapat menyulitkan mereka yang benar-benar membutuhkan. Semoga Ramadan dapat menjadi momen bagi kita untuk mengasah kepekaan.

Selamat berbelanja!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun