Ayu Martaning Yogi A
Ayu Martaning Yogi A Lainnya

Menyukai Dunia Literasi, Tertarik pada Topik Ekonomi, Sosial, Budaya, serta Pengembangan Diri

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Jurus Cerdas Dompet Tak Terkuras Selama Ramadan

18 April 2021   23:29 Diperbarui: 19 April 2021   00:16 1081
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jurus Cerdas Dompet Tak Terkuras Selama Ramadan
Sumber Gambar: Liputan6.com dan Cermati.com

Menahan hawa nafsu adalah hakikat dari melaksanakan ibadah puasa. Tak nafsu makan, minum, atau marah. Nafsu untuk belanja juga perlu mendapat perhatian. Pernah kah kita merasa bahwa pengeluaran kita justru membengkak saat Ramadan? Padahal logikanya, kita tak memerlukan makan siang atau camilan sepanjang hari, seharusnya banyak pengeluaran dapat ditekan.

Sumber Gambar: Jawapos.com
Sumber Gambar: Jawapos.com

Godaan di bulan Ramadan memang beragam, kertas bertuliskan SALE atau DISKON turut menjadi pasukan penggoda itu. Belum lagi promo gratis ongkos kirim di platform e-commerce yang membuat belanja menjadi mudah dan terlihat hemat. Tumpukan kaleng biskuit di pusat perbelanjaan juga terlihat menarik untuk masuk keranjang. Apabila hasrat untuk belanja tak tertahan, sudah tentu terjadi pemborosan. Oleh karena itu, kita butuh cara untuk menyikapinya.

Memilih dan Memilah Need vs Want

Seberapa sering kita membeli sesuatu karena tergoda "DISKON" atau mumpung promo? Beberapa waktu setelah kita membelinya, kita baru menyadari bahwa ternyata kita tidak terlalu membutuhkan barang tersebut. Tak jarang bahwa pembelian barang tersebut di luar rencana pengeluaran kita. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa kita terjebak dalam impulsive buying atau kondisi dimana seseorang melakukan keputusan untuk membeli barang atau jasa secara tiba-tiba tanpa adanya perencanaan. Tanpa disadari, tindakan ini memicu pemborosan. Oleh karena sangat penting membedakan kebutuhan (need) dan keinginan (want).

Kebutuhan adalah sesuatu yang jika tidak terpenuhi maka akan mengganggu keberlangsungan atau kelancaraan aktivitas kehidupan kita. Sebaliknya dengan keinginan, ketika sesuatu itu tidak terpenuhi maka tidak akan menganggu aktivitas hidup kita. Sebelum membeli barang, alangkah baiknya kita merenungkan apakah itu kebutuhan atau keinginan.  

Bulan Ramadan juga menjadi momentum agar kita terlatih memilah antara keinginan dan kebutuhan. Misalnya saja ketika mempersiapkan buka puasa, semua makanan seolah terlihat enak sebelum berbuka sehingga apa saja yang sekiranya kita inginkan, tak jarang kita membeli semuanya. Setelah waktu berbuka tiba, tak semuanya termakan karena sudah telanjur kenyang dengan beberapa santapan. Mubadzir bukan? Ketika kita menuruti semua keinginan.

Persiapan Lebaran juga patut diwaspadai, karena godaan promo baju, sandal, sepatu dan berbagai barang lainnya. Dalam membeli perlengkapan Lebaran, sebaiknya juga memperhatikan kebutuhan dan keinginan. Tujuannya agar kita tidak terjebak dalam jeratan pemborosan.

 Membuat Rencana Keuangan

Perencanaan keuangan ibarat pagar yang membuat batasan. Ketika Bulan Ramadan, ada pengeluaran yang berkurang dibandingkan hari-hari biasanya, namun ada pula kemungkina tambahan pengeluaran lainnya. Agar pengeluaran tidak melebihi anggaran, maka perlu dibuat pos-pos untuk masing-masing pengeluaran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun