Bang Auky
Bang Auky Freelancer

Pariwisata adalah locomotif ekonomi baru dimana banyak gerbong yang mengikuti dari UMKM, Transportasi, Pemandu Wisata, Hotel dan Restoran, Seniman, Souvenir dan mitra-mitra pariwisata yang lain.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

"Nyadran", Tradisi Saling Berkunjung Saat Lebaran

3 Mei 2022   20:09 Diperbarui: 3 Mei 2022   20:13 1381
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
"Nyadran", Tradisi Saling Berkunjung Saat Lebaran
Dok. Pribadi

Nyadran, satu tradisi yang tumbuh di tiga kabupaten Pantura Jawa yaitu Brebes, Tegal dan Slawi. Tradisi ini merupakan kunjungan bagi yang muda ke yang lebih tua atau dituakan seperti orang tua, budhe, oom, kakak dan sebagainya. Ketika berkunjung mereka membawa bingkisan atau oleh-oleh berupa gula teh dan makanan ringan. Berkunjung dari satu tempat ke tempat yang lain, baik sendiri atau pun berkelompok dengan saudara yang lain. 

Dok. Pribadi           
            googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-712092287234656005-411');});
Dok. Pribadi googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-ad-712092287234656005-411');});

Walaupun bukan merupakan suatu keharuman, tetapi rasa tidak enak pada lingkungan yang mengakibatkan semua mengikuti tradisi ini. Perasaan malu sudah bekerja selama satu tahun tapi lenggang tangan ketika berkunjung. Sebenarnya bukan masalah bawaan yang ditenteng yang diharapkan tetapi silaturahmi dan ketulusan hati untuk berkunjung. Sehingga setiap rumah ramai oleh kunjungan, apalagi jika di rumah tersebut ada orang tua atau yang dituakan. 

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi

Seiring perkembangan zaman, hantaran lebaran pun berubah. Dulu sewaktu belum banyak toko modern, gula dan teh menjadi isi wajib hantaran. Baru ditambah dengan kue-kue tradisional buatan sendiri seperti Lepet, Apem, Sagon, Tape Ketan dan buah-buahan. Makanya sangat wajar kenapa di Kabupaten Tegal banyak berdiri pabrik teh. Hantaran lebaran kini beraneka rupa seiring perkembangan zaman, ada sirup, cocacola, kopi, kue pabrikan dan barang pecah belah atau berbentuk parcel. 

Tapi itu semua tidak mengurangi nilai silaturahmi. Silaturahmi tidak sebatas kerabat atau keluarga saja tapi juga rekan sejawat dan relasi. Hikmah lebaran selalu memberikan nilai yang positif untuk seluruh umat. 

(KBC-54|Kompasianer Brebes Jateng|) 

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun