Budi idris
Budi idris Guru

Dengan tulisan mari berkarya dan berprestasi

Selanjutnya

Tutup

TRADISI Pilihan

Bicara Baju Lebaran Teringat Kisah Pilu Masa Silam

16 April 2022   23:56 Diperbarui: 17 April 2022   00:00 858
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bicara Baju Lebaran Teringat Kisah Pilu Masa Silam
Gambar.dok pribadi

Setiap bulan ramadhan akan ditutup nantinya dengan hari kemenangan yaitu hari raya idul Fitri. Hari kembalinya insan yang beriman kembali bersih setelah setelah mensucikan diri berpuasa sebulan lamanya.

Idul Fitri identik dengan suasana baru begitu juga baju lebaran akan menjadi tradisi setiap keluarga akan memakai baju baru istilahnya baju hari raya.

Menyambut hari kemenangan dengan pakaian baru menjadi kebanggaan tersendiri dan sudah menjadi kesenangan bagi usia anak-anak akan menanti idul Fitri dari malam kumandang takbir berbunyi hingga menjelang pagi begitu dinanti.

Teringat masa yang silam saya masih duduk di bangku SMP masa itu keadaan ekonomi negara lagi berguncang akibat reformasi yang terjadi di negeri ini. Konflik politik masa itu memberikan dampak ke berbagai sektor termasuk krisis ekonomi.

Begitu juga dalam ekonomi keluarga kami delapan bersaudara hidup dengan orang tua tunggal seorang Ibu yang tegar berjuang sendirian karena di tinggal meninggal oleh suami atau ayah kami tercinta.

Kesulitan masa itu begitu terasa jangankan berfikir untuk membeli baju hari raya untuk makan sehari-hari saja butuh pengaturan yang pas agar semua kebagian untuk mendapatkan makan.

Kisah pilu masa itu saat lebaran tiba dimana tetangga bersuka ria dengan baju lebaran serba baru sedangkan saya hanya bisa melihat sedikit menunduk dengan tatapan hati yang pilu.

Dibalik kesedihan yang mendalam beruntung rasanya memiliki orang tua yang luar biasa, menguatkan hati dengan berbagai cara dan paling di ingat masa itu kain sarung baru di berikan ibunda dengan ucapan ayo kita shalat idul Fitri kata ibunda tercinta yang begitu membuat tenang bathin ini.

Saat khutbah berkumandang Khotib mengulas bagaimana cara terbaik kaum muslimin menyambut lebaran idul Fitri, idul Fitri menjadi hari kemenangan bagi orang beriman yang puasanya dilakukan sebulan penuh dengan ketakwaan, ibadah sholat yang di jalankan baik wajib maupun sunat saat bulan ramadhan.

Orang-orang yang berhasil memaksimalkan setiap detik waktu di bulan ramadhan untuk beribadah inilah orang-orang yang berhak merayakan kemenangan di saat hari raya tiba mengumandangkan takbir kemenangan dan menyempurnakan keimanan dengan saling memaafkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun