Candra NoviDermawan
Candra NoviDermawan Dokter

indonesian dentist

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Perawatan Saluran Akar, Perlukah?

16 April 2022   09:25 Diperbarui: 16 April 2022   09:30 315
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Perawatan Saluran Akar, Perlukah?
Gaya Hidup. Sumber ilustrasi: PEXELS

Sakit gigi sering kali menjadi penyakit yang sangat tidak nyaman dan dapat menganggu aktifitas. Penyebab sakit gigi dapat terjadi dari lubang yang kecil yang dibiarkan hingga menjadi besar. 

Lubang yang semakin besar tersebut lama-lama akan mencapai saraf gigi pada lapisan gigi yang paling dalam, kemudian akan menimbulkan gejala sakit gigi mulai dari nyeri saat terkena dingin atau panas, sakit berdenyut, sakit yang menjalar hingga kepala dan leher, hingga bengkak sampai ke pipi. Jika sudah mengalami gejala demikian aktivitas sehari-hari bisa terganggu. 

Bila keadaan gigi sangat sakit dan mengganggu, Sebagian orang akan datang ke dokter gigi untuk menghilangkan gejalanya dengan mencabut gigi yang bermasalah tersebut. Tetapi, taukah anda bahwa gigi yang berlubang besar bisa dilakukan perawatan tanpa harus dicabut? Salah satunya dengan perawatan saluran akar gigi.

Apasih perawatan saluran akar gigi?

Perawatan saluran akar gigi atau endodontik merupakan perawatan untuk memperbaiki gigi yang rusak parah atau terkena infeksi. Perawatan ini dibutuhkan saat lubang atau infeksi gigi telah sampai di ruang pulpa yang berisikan pembuluh darah dan syaraf gigi. Saraf-saraf ini memiliki fungsi sensorik untuk merasakan suhu panas dan suhu dingin pada makanan atau minuman yang masuk ke rongga mulut.

Tujuan prosedur perawatan saluran akar gigi adalah menyelamatkan atau memperbaiki gigi yang telah terinfeksi atau rusak. Nantinya, fungsi dari gigi pun bisa kembali seperti semula dan mencegah kerusakan yang lebih luas di jaringan sekitar gigi.

Kondisi yang membutuhkan perawatan saluran akar gigi

Adapun beberapa gejala yang menandakan infeksi pulpa adalah:

  • Gigi terasa sakit saat terkena makanan atau minuman, khususnya yang dingin atau terlalu panas
  • Gigi terasa sakit saat menggigit atau mengunyah
  • Gigi terasa longgar atau goyang
  • Terdapat pembengkakan pada gusi
  • Pusing atau tidak dapat tidur pada malam hari
  • Gigi berubah menjadi gelap atau keabu-abuan

Gejala-gejala tersebut merupakan tanda terjadinya infeksi pada jaringan pulpa gigi yang biasanya dapat terdeteksi melalui foto Rontgen. Jaringan pulpa akan mulai mengalami pembusukan dan kerusakan akibat infeksi bakteri. 

Jika tidak diobati dengan baik, infeksi dapat bertambah parah, namun gejala-gejala infeksi awal di atas justru akan menghilang akibat kematian jaringan pulpa. Pada saat itu, gigi akan terasa seperti sembuh, namun sebenarnya infeksi sudah menyebar ke daerah sekitar akar gigi.

Dampak yang ditimbulkan bila tidak dilakukan perawatan saluran akar

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun