TRADISI

Bukber: Ajang Adu Pencapaian?

8 April 2023   22:17 Diperbarui: 8 April 2023   22:49 948
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tidak sedikit juga yang mengikuti acara buka bersama sebagai ajang untuk unjuk diri atas kelas sosialnya. Dengan menggunakan pakaian glamour dan perhiasan yang 'wah' sebagai bentuk usaha seseorang untuk menunjukkan eksistensinya. Biasanya untuk mendapatkan validasi dari banyak orang, seseorang akan berfoto dan mengunggah foto tersebut ke media sosial miliknya. Untuk itu, dokumentasi menjadi hal yang wajib dilakukan saat buka puasa bersama.

Satu fakta yang sudah diketahui banyak orang, jika berkumpul tidak hanya membicarakan hal-hal yang bermanfaat atau membahas pengalaman baik, namun malah membicarakan orang lain atau biasa disebut dengan ghibah. Bicara sana-sini dengan topik aib orang lain.

Selain hal itu banyak yang mengatakan efek yang kurang baik dari buka puasa bersama seperti tidak melaksanakan ibadah sholat magrib. Banyak orang yang terlarut dengan obrolan dan kegiatan yang dilakukannya, seperti foto-foto, buat video untuk konten TikTok, dan lainnya sehingga kerap kali orang-orang melupakan kewajibannya sebagai umat muslim.

Namun, semua itu kembali lagi pada individu masing-masing akan tujuan mereka mengikuti acara buka bersama. Mungkin memang ada yang ingin pamer dan menunjukkan pncapaian yang sudah dicapainya, namun di sisi lain ada juga yang murni mengikuti acara tersebut untuk bertemu dengan teman-teman lama, juga ingin meembangun relasi. Kegiatan yang ada pada buka bersama tergantung dari setiap individunya.

Dari tradisi buka puasa bersama dapat dilihat dari berbagai kesimpulan, baik dari sisi baik maupun sisi buruknya. Seperti dari sisi posi positif, dengan mengikuti acara buka bersama kita dapat menjaga silaturahmi, mengobati rindu dengan orang lama, bertemu dengan kerabat jauh, bahkan bisa dijadikan momen untuk memperluas relasi. Walaupun selain dari sisi positif tersebut ada beberapa sisi yang kurang baik, seperti banyak yang memanfaatkan momen buka puasa bersama sebagai ajang pamer akan pencapaian diri.

Baik buruknya acara buka puasa bersama tergantung bagaimana cara pandang kita sendiri terhadap acara tersebut. Jadi, kamu sendiri masuk yang mana? Buka puasa bersama untuk silaturahmi atau ajang untuk unjuk diri?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun