Efi anggriani
Efi anggriani Wiraswasta

Menulislah dan biarkan tulisanmu mengikuti takdirnya-Buya Hamka

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Laut atau Darat, Mudik Gratis yang Luar Biasa

9 Mei 2019   03:48 Diperbarui: 9 Mei 2019   04:28 42
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Laut atau Darat, Mudik Gratis yang Luar Biasa
Dokpri-ilustrasi

Fenomena mudik gratis alias mudik tak berbayar ini mungkin sudah lama dilakukan oleh perusahaan -perusahaan sebagai bentuk memfasilitasi para karyawannya untuk bisa mudik bareng ke kampung halaman masing-masing.Akan tetapi begitu nampak benar saat beberapa Supermarket menyediakan Mudik gratis untuk para pelanggannya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku,muncul fenomena ini sekitar  lima tahunan yang lalu.

Mudik gratis merupakan kepedulian yang layak dihargai.Repotnya orang  yang akan memakai moda transportasi umum baik darat maupun laut,(dan udara tentunya)naiknya harga tiket,kesediaan yang terbatas hingga harus jauh-jauh hari mencari tiket jika tidak ingin kehilangan momen berlebaran di kampung halaman atau terpaksa harus menunda arus balik dulu baru pulang.

Patut diapresiasi adanya Program Mudik Gratis ini yang menurut pemberitaan  bisa melalui Angkutan Darat termasuk juga kereta api menyediakan jatah sekian  kursi untuk mudik gratis dan juga bagi pengguna moda transportasi laut.

Selain perusahaan-perusahaan dan beberapa Pemerintahan Propinsi juga ada yang menyediakan  Program mudik gratis ini ke beberapa jurusan  dimana sebagian besar kota dituju.

Sebagian besar saya rasa merasa sangat berterima kasih dan mengapresi  hal ini, karena tidak perlu memikirkan hal-hal yang cukup ruwet yakni mencari tiket untuk mudik ,di samping itu juga bisa menekan biaya perjalanan pribadi dan tentunya sangat bermanfaat bagi yang membutuhkannya serta tidak memiliki kendaraan pribadi untuk pulang serta mengingat juga jauhnya dan lamanya jarak tempuh.

Luar biasa dan patut diacungi jempol,benar-benar bermanfaat bagi sebagian besar  orang untuk  menuju kampung halaman dengan hati tenang beserta keluarga dan akan berlebaran bersama keluarga besar di tempat asalnya.

Sekian

Salam.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun