RAMADAN Pilihan

Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar dan Amalan 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan

4 April 2024   06:23 Diperbarui: 4 April 2024   06:50 806
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar dan Amalan 10 Malam Terakhir Bulan Ramadhan
Tebar Hikmah Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS

Oleh: Eko Windarto

Sebelum membahas ciri-ciri malam Lailatul Qadar, ada baiknya kita mengetahui kapan malam tersebut terjadi. Lailatul Qadar adalah malam yang terjadi di bulan Ramadan. Di mana pada malam tersebut, malaikat turun ke bumi guna menurunkan keputusan dari Allah SWT. Namun, malam tersebut tidak memiliki tanggal pasti, karena tidak ada informasi yang jelas dari Nabi Muhammad SAW, namun hanya sebuah hadist saja yaitu pada 10 hari malam terakhir bulan Ramadan. Maka dari itu, umat muslim dianjurkan untuk meningkatkan amalan dan ibadah selama 10 malam terakhir di bulan Ramadan untuk memperoleh keberkahan yang lebih besar.

Malam yang Tenang dan Penuh Kedamaian 

Ciri pertama yang bisa dilihat pada malam Lailatul Qadar adalah suasana yang tenang dan penuh kedamaian. Sebuah rasa nyaman dan damai akan dirasakan ketika bersiap-siap untuk menjalankan ibadah pada malam tersebut. Pada saat menjelang tengah malam, suasana di sekitar juga akan menjadi hening dan tenang. Tidak ada suara-suara bising dan keramaian seperti pada malam biasanya. Malam Lailatul Qadar terasa begitu istimewa dan tenang, membuat kita semakin khusyuk dalam menjalankan ibadah.

Langit Terlihat Cerah dan Terang

Ciri kedua yang bisa dilihat adalah langit terlihat cerah dan terang. Bahkan di saat purnama. Menurut beberapa literatur klasik, langit pada malam Lailatul Qadar akan terlihat sangat cerah dan bersih, tanpa ada awan yang menghalangi bintang-bintang. Keadaan ini membuat malam terasa lebih indah dan spiritual. Umat muslim biasanya akan memanfaatkan momen ini untuk beribadah dan berdoa dengan lebih khusyuk.

Penuh dengan Aroma Wangi yang Menyegarkan 

Ciri ketiga dari malam Lailatul Qadar adalah aroma wangi yang menyegarkan. Aroma wangi ini bisa dirasakan di sekitar masjid atau tempat ibadah lainnya. Wangi tersebut biasanya berasal dari minyak wangi atau wewangian yang dikabarkan sebagai wewangian yang begitu khas dan kental. Aroma wangi ini memperkuat rasa khusyuk dan kekhusyukan yang dirasakan ketika menjalankan ibadah pada malam Lailatul Qadar.

Timbulnya Perasaan Bahagia yang Mendalam 

Ciri keempat dari malam Lailatul Qadar adalah timbulnya perasaan bahagia yang mendalam. Kehadiran malam tersebut memberikan perasaan bahagia yang luar biasa bagi umat muslim yang merayakannya. Setelah beribadah dengan khusyuk sepanjang malam, umat muslim biasanya merasakan kebahagiaan yang sangat mendalam. Keberkahan, maghfirah, dan kebahagiaan yang dirasakan tersebut memperkuat keimanan seorang muslim dan mendorongnya untuk terus berbuat baik.

Itulah beberapa ciri-ciri malam Lailatul Qadar yang bisa dilihat dan dirasakan oleh umat muslim. Namun, yang terpenting adalah semangat dan niat untuk mengambil keberkahan dari malam tersebut dengan meningkatkan amalan dan ibadah selama 10 malam terakhir di bulan Ramadan. Semoga kita semua bisa merayakan malam Lailatul Qadar dengan sebaik-baiknya dan mendapatkan keberkahan serta kebahagiaan yang tak terhingga. Amin.

Batu, 442024

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun