Suryan Masrin
Suryan Masrin Guru

Penulis Pemula, Guru SD Negeri 10 Muntok (sekarang), SD Negeri 14 Parittiga, pemerhati manuskrip/naskah kuno lokal Bangka, guru blogger

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Semarak Ramadhan ala SDN 14 Parittiga

11 Mei 2019   09:33 Diperbarui: 11 Mei 2019   10:18 10
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Semarak Ramadhan ala SDN 14 Parittiga
Pesantren kilat (sanlat) di SD Negeri 14 Parittiga-dokpri

Jebu Laut, Parittiga -- Semarak bulan ramadhan 1440 Hijriyah merupakan hal yang harus diekspresikan agar terlihat kemeriahan dan menghidupkan suasana ramadhan. Ini merupakan sebuah keharusan yang semestinya menjadi agenda untuk mengisi ramadhan. Sebagai wujud mengekpresikan hal tersebut, di SD Negeri 14 Parittiga melaksanakan pesantren kilat (Sanlat) kemarin, Jum'at (10/05/2019) di mushalla sekolah.

Acara terlebih dahulu diawali dengan kegiatan rutin setiap Jum'at pagi sebelum masuk ke kelas, yakni membaca Yaasiin.
Setelah membaca Yaasiin, terlebih dahulu penyampaian sambutan dari kepala sekolah, Bapak Suminan, S.Pd.SD.

Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan puasa ramadhan, yakni tentang prilaku-prilaku terpuji. Ia juga menyampaikan agar selama bulan ramadhan selalu melakukan hal-hal yang baik, seperti melakukan hal yang paling mudah, yakni senyuman.

Selesai sambutan dari kepala sekolah, lansung lanjut ke kegiatan sanlat. Dalam momen-momen kegiatan sanlat, diselingi dengan permainan, seperti permainan melatih konsentrasi. Siswa-siswa pun sangat antusias mengikuti kegiatan sanlat ini.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun