Dzulfikar
Dzulfikar Full Time Blogger

Blogger dan Content Creator. Member Kompasiana sejak Juni 2010. Aktif menulis di blog bangdzul.com dan vlog https://www.youtube.com/@bangdzul/

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

7 Tips Mudik bersama Anak-anak

28 Mei 2019   22:56 Diperbarui: 28 Mei 2019   22:58 22
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
7 Tips Mudik bersama Anak-anak
Illustration by m Tng Qun from Pexels 

Beberapa hari lagi sudah memasuki masa mudik. Diprediksi gelombang mudik akan mulai berlangsung pada tanggal 30 Mei 2019 bertepatan dengan hari libur nasional kenaikan Isa Almasih. Minggu ini pun akan menjadi minggu terakhir bagi anak-anak bersekolah. Setelah itu mereka akan libur selama lebih dari dua pekan lamanya.

Kesempatan libur inilah yang bisa dimanfaatkan keluarga untuk mudik Lebaran. Tradisi bagi kaum urban untuk kembali pulang bersilaturahmi dengan sanak famili setidaknya setahun sekali. Agar selama mudik nyaman dan aman bersama anak-anak ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan.

1. Memilih Transportasi Mudik yang Tepat

Bagi anak-anak yang berusia di bawah 3 tahun, ada baiknya mempertimbangkan transportasi yang tepat seperti pesawat terbang apabila jarak yang ditempuh bisa memakan waktu lebih dari enam hingga tujuh jam perjalanan dengan menggunakan perjalanan darat. Hal tersebut bisa dilakukan demi kenyamanan anak-anak.

Lain halnya jika sikecil sudah beranjak besar. Mereka sudah bisa mudik dengan cara roadtrip menggunakan kendaraan pribadi melintasi provinsi yang berbeda. JIka kehabisan tiket, sebaiknya menunda keberangkatan demi kesehatan anak Anda. Misalnya mencari tiket setelah Lebaran. Yang penting tetap bisa pulang merasakan suasana Lebaran di kampung halaman.

2. Mempersiapkan Fisik Anak-Anak

Apapun alat transportasi yang digunakan sebaiknya mempersiapkan kondisi fisik anak dengan baik. Misalnya dengan mengajak anak-anak berjalan-jalan pada sore hari selama 20-30 menit seminggu sebelum melakukan perjalanan jauh. Atur ritme jalan kaki sehingga anak-anak bisa mengikutinya dengan senang dan riang gembira tanpa merasa ada paksaan.

3. Antisipasi Jika Anak-Anak Bosan Selama Perjalanan

Menyiapkan buku dan mainan favorit bisa menjadi teman perjalanan yang menyenangkan bagi anak-anak. Tidak harus melulu dengan gadget. Anda bisa berkreasi menyiapkan permainan yang merangsang kemampuan motorik dan kognitif anak. Permainan sederhana seperti tebak-tebakan atau dengan menggunakan kartu dan alat peraga lainnya.

Gunakan sabuk keselamatan di kendaraan / dok.pexels
Gunakan sabuk keselamatan di kendaraan / dok.pexels
4. Menyiapkan Camilan dan Makanan Kesukaan

Jika anak-anak tidak berpuasa selama di dalam perjalanan. Anda perlu menyiapkan air minum yang cukup agar anak-anak tidak kekurangan cairan. Selain itu, Anda juga bisa menyiapkan berbagai jenis camilan sehat dan makanan kesukaannya  sebagai teman di jalan. Pada saat istirahat, Anda bisa membuka bekal anak-anak sambil menikmatinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun