Sebagai seorang introvert, Saya menemukan kekuatan dan kreativitas dalam ketenangan. Menyukai waktu sendirian untuk merenung dan mengeksplorasi ide-ide baru, ia merasa nyaman di balik layar ketimbang di sorotan publik. seorang amatir penulis yang mau menyampaikan pesannya dengan cara yang tenang namun , menjembatani jarak antara pikiran dan perasaan. Salam dari saya Frans Leonardi
Pentingnya Mengatur Anggaran Sebelum Dompet Terkuras Setelah Lebaran Usai
Menyisihkan sebagian dari penghasilan bulanan untuk persiapan Lebaran bisa menjadi solusi yang sangat efektif. Misalnya, jika tahun lalu pengeluaran Lebaran mencapai Rp5 juta, maka kamu bisa mulai menabung Rp500 ribu per bulan sejak 10 bulan sebelumnya. Dengan cara ini, kamu tidak perlu mengandalkan THR yan g kamu terima atau bahkan harus mencari pinjaman hanya untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.
Selain itu, penting juga untuk menetapkan batas anggaran maksimal. Tanpa adanya batasan yang jelas, pengeluaran bisa dengan mudah membengkak. Sebelum memasuki bulan Ramadan, buatlah daftar semua kebutuhan yang harus dipenuhi saat Lebaran, lalu tentukan mana yang benar-benar prioritas dan mana yang bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan.
Mengelola THR dengan Bijak
Bagi banyak orang, Tunjangan Hari Raya (THR) adalah penyelamat finansial menjelang Lebaran. Namun, sering kali THR ini langsung habis dalam hitungan hari karena tidak dikelola dengan bijak. Alih-alih menghabiskannya untuk belanja konsumtif, lebih baik membaginya ke dalam beberapa pos pengeluaran agar lebih bermanfaat dalam jangka panjang.
Sebagian dari THR bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan utama Lebaran, seperti membeli makanan, membayar zakat, atau memberikan THR kepada keluarga. Namun, sisihkan juga sebagian untuk tabungan atau investasi agar uang tersebut tidak langsung habis begitu saja. Jika masih memiliki utang, alokasikan juga sebagian dari THR untuk melunasinya agar kondisi keuangan semakin sehat setelah Lebaran.
Menghindari Hutang yang Tidak Perlu
Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan menjelang Lebaran adalah berutang demi memenuhi standar sosial. Menggunakan kartu kredit atau pinjaman online untuk membeli barang-barang mewah, memberikan THR dalam jumlah besar, atau mengadakan pesta Lebaran yang meriah mungkin terasa menyenangkan saat itu. Namun, setelah hari raya berlalu, beban utang bisa menjadi sumber stres yang berkepanjangan.
Jika memang harus berutang, pastikan jumlahnya masih dalam batas yang wajar dan memiliki rencana pembayaran yang jelas. Jangan sampai Lebaran yang seharusnya membawa kebahagiaan justru berujung pada masalah finansial yang berkepanjangan.
Mengalokasikan Dana untuk Kebutuhan Setelah Lebaran
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan banyak orang adalah menghabiskan seluruh uang untuk kebutuhan Lebaran tanpa menyisakan dana untuk kebutuhan setelahnya. Padahal, kehidupan tetap berjalan setelah hari raya usai. Masih ada biaya hidup sehari-hari, tagihan bulanan, dan kebutuhan mendesak lainnya yang harus dipenuhi.
Agar tidak mengalami kesulitan finansial pasca-Lebaran, pastikan kamu menyisihkan sebagian uang untuk kebutuhan setelah hari raya kam bisa membuat list tagihan yang harus dibayar juga keperluan-keperluan selanjutnya bila perlu sisikah uang juga untuk dana darurat untuk pengeluaran yang mungkin tidak terduga. Dengan cara ini, kamu bisa tetap tenang dan tidak perlu panik ketika kembali ke rutinitas setelah Lebaran.
Content Competition Selengkapnya
MYSTERY TOPIC
Ramadan Berlimpah Berkah bersama wondr by BNI
Surat Cinta untuk Ramadan Tahun Depan
Lebaran Minimalis
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025