Heri Mahbub Nugraha
Heri Mahbub Nugraha Pemuka Agama

Pembelajar Al-Quran Sejati yang selalu berusaha menjadi lebih baik, mencari makna kehidupan dan perjalanan spiritual untuk kebahagiaan di Al-Quran Cordoba. Semoga bermanfaat dan meraih keselamatan dunia dan akhirat.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Menyelami Keutamaan Itikaf di 10 Akhir Ramadan

4 April 2024   15:58 Diperbarui: 4 April 2024   16:11 182
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Menyelami Keutamaan Itikaf di 10 Akhir Ramadan
sumber foto medsos quran cordoba

I'tikaf secara Bahasa yaitu Al Mulaazim artinya  berdiam, membiasakan, menetapi (Lihat Imam Asy Syaukani, Fathul Qadir, 1/244. Mawqi' Ruh Al Islam)

Dikatakan, 'akafa 'ala Asy Syai'  (Dia menetap di atas sesuatu), artinya dia selalu bersamanya. (Ibid)

Secara syara' Itikaf bermakna menetap dalam rangka taat secara khusus dengan syarat khusus pula. (Fathl Qadir, 1/245)

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah mengatakan:

Yang dimaksud I'tikaf di sini adalah menetapi masjid dan menegakkan shalat di dalamnya dengan niat mendekatkan diri kepada Allah 'Azza wa Jalla. (Fiqhus Sunnah, 1/475)

Dalam semangat mendekati akhir Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia menemukan diri mereka dalam waktu yang istimewa, dikenal sebagai "10 hari terakhir" bulan suci ini. Di tengah penuhnya bulan yang penuh berkah ini, ada suatu ibadah yang memegang peran khusus dan penuh keutamaan, yaitu I'tikaf. Mari kita eksplorasi keutamaan I'tikaf di 10 hari terakhir Ramadan.

1. Mendekatkan Diri pada Allah SWT

I'tikaf adalah ibadah yang dilakukan dengan cara menyendiri di dalam masjid, dengan tujuan utama untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Di 10 hari terakhir Ramadan, ketika malam Lailatul Qadr juga terkandung, praktik I'tikaf menjadi sangat berharga dalam mencari keberkahan dan ampunan.

2. Menyucikan Hati dan Pikiran

Dengan mengisolasi diri dari dunia luar, I'tikaf memberi kesempatan untuk menyucikan hati dan pikiran dari distraksi-distraksi duniawi. Ini memungkinkan seorang Muslim untuk fokus sepenuhnya pada ibadah dan refleksi spiritual, memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun