Iis Suwartini
Iis Suwartini Dosen

Iis Suwartini merupakan dosen di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta sejak tahun 2014. Mengajar pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Saat ini sedang menempuh studi S3 pada jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Sebelas Maret (UNS). Penulis aktif menulis kolom opini, cerpen, cerita sejarah dan cerita misteri di beberapa koran.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Atur Keuangan, agar Hidup Berkah

18 April 2021   16:34 Diperbarui: 18 April 2021   17:02 1206
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Apakah kita perlu mengatur keuangan? jawabannya tentu saja keuangan perlu diatur. Lalu apa manfaat mengatur keungan? tentunya agar tidak boros. Ya benar sekali, namun itu bukan manfaat utama. 

Dalam Q.S Al-Isra’ ayat 26 dijelaskan: Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.” 

Dalam ayat tersebut menjelaskan bahwa anjuran untuk tidak menghamburkan uang dan memberikan sebagian harta kita kepada yang berhak. Ingat tidak semua harta yang diberikan Allah SWT adalah milik kita terdapat 2,5 persen harta milik orang lain.

Jadi mengatur keuangan tidak serta merta hanya menentukan skala prioritas berdasarkan kebutuhan hidup saja.  Anda juga perlu memikirkan kewajiban seorang muslim apalagi di bulan Ramadan yang penuh berkah. 

Adapun langkah yang dapat dilakukan untuk mengatur keuangan di antaranya:

(1) sisihkan 2,5 persen dari pendapatan yang diperoleh untuk disedekahkan, Anda perlu menyisihkan harta anda di awal agar tidak tercampur dengan kebutuhan hidup jangan lupa sisihkan juga untuk zakat ya

(2) menentukan skala prioritas mana yang anda anggap paling penting maka anda perlu mendahuluinya, biasanya godaan sale/diskon di bulan Ramadan tidak dapat dihindari

(3) Ketiga, Anda perlu menyisihkan sebagian uang Anda untuk kebutuhan jangka panjang misalnya naik haji, biaya pendidikan anak, dan kesehatan.

(4) Anda juga perlu menyisihkan sebagain harta untuk membahagiakan diri anda dan keluarga misalnya membelikan barang-barang kesukaan mereka di momen hari raya Idul Fitri.

(5) Belilah barang-barang yang anda butuhkan dan hindari kredit.

(6) jika pengahsilan Anda masih berlebih setelah kebutuhan keluarga terpenuhi  maka jangan lupa memberikan nafkah kepada orang tua, dan (7) jika masih ada rezeki jangan dihamburkan anda bisa membuat program gerakan subuh bersedekah, atau berbagai makanan saat saur ataupun berbuka puasa kepada yang membutuhkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun