Ika Maya Susanti
Ika Maya Susanti Penulis

Lulusan Pendidikan Ekonomi. Pernah menjadi reporter, dosen, dan guru untuk tingkat PAUD, SD, dan SMA. Saat ini menekuni dunia kepenulisan.

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Mendapat Jodoh Usai Ramadan

9 April 2023   12:59 Diperbarui: 9 April 2023   13:03 717
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Mendapat Jodoh Usai Ramadan
Foto: dokumen pribadi Ika Maya Susanti

Jika ada yang ingin segera mendapatkan hajat sesegera mungkin, banyak orang sudah membuktikan, bahwa Ramadan adalah momen tepat untuk kita meminta kepada Allah. Itulah yang pernah saya alami untuk urusan jodoh.

Di umur saya yang waktu itu sudah 32 tahun, saat banyak teman sudah memiliki pasangan dan anak, saat itu saya masih saja melajang. Bagi mereka yang berada dalam kondisi lama melajang pastiah paham bagaimana rasanya.

Apalagi jika berada di momen lebaran. Tak hanya keluarga, siapapun yang kita datangi untuk bersilaturahmi kebanyakan akan bertanya, "Kapan menikah?"

Sejujurnya, sebelum-sebelumnya saya sungguh kesal dengan pertanyaan ini. Pertanyaan 'kapan menikah' itu ibarat sesuatu yang memertanyakan takdir di masa depan yang kita sendiri pun tidak tahu kapan datangnya. Serupa dengan pertanyaan 'kapan punya anak' atau bahkan 'kapan meninggal'! 

Saat itu posisi saya sedang bekerja merantau jauh dari keluarga. Di hari-hari menjelang lebaran, saya sudah bisa menduga jika pertanyaan ini akan datang kembali. Tapi uniknya, di waktu itu saya sudah ada di titik punya jawaban solutif.

Waktu itu saya bertekad, jika sampai ada yang menanyakan 'kapan menikah', maka saya justru akan menodong balik dengan permintaan bantuan untuk dicarikan calon suami. Awal tujuannya untuk bercanda, seperti mereka pun yang menanyakan 'kapan menikah' sebagai candaan. Tapi di sisi lain, saya serius minta dicarikan calon suami.

Memanfaatkan Ramadan sebagai Momentum untuk Berdoa

Ada yang membedakan ramadan terakhir saya melajang waktu itu dengan sebelum-sebelumnya. Awal mulanya, saat itu saya sudah dikenalkan seorang pria yang merupakan teman dari teman kerja ibu saya di rumah sakit. 

Waktu itu saya hanya beberapa kali saling kirim sms dengan pria yang dikenalkan ke saya tersebut. Uniknya, hanya pria ini yang menyanggupi untuk datang langsung ke rumah dan bertemu orang tua saya saat saya mudik berlebaran di kampung halaman.

Sebelum-sebelumnya memang saya pernah dekat dengan beberapa pria. Namun tak ada satu pun yang berani langsung menemui orang tua saya di rumah. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun