Ilya Ainur
Ilya Ainur Guru

saya ingin menulis lagi dan terus menulis sampai akhir

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Ramadan Tetap Hunting Jajanan

2 Mei 2020   23:33 Diperbarui: 3 Mei 2020   00:22 103
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.


Setiap orang punya cemilan, minuman atau menu untuk berbuka puasa. Seperti ada yang harus berbuka dengan kolak pisang. Atau juga ada yang harus berbuka dengan gorengan. Atau ada juga yang cukup berbuka dengan segelas air putih dan sebiji kurma. Kalau kamu gimana? Kalau aku sendiri sih harus ada minuman dingin. Entah itu sirup, es campur, es oyen, jus buah pake es, sop buah atau bahkan thai tea dan masih banyak lainnya.

Meski ramadhan kali ini tidak seperti ramadhan-ramadhan sebelumnya. Karena seperti yang kita tahu bahwa saat ini kita tengah mengalami bencana besar yaitu menghadapi adanya pandemi wabah virus Covid-19 atau sering juga disebut wabah Corona. Jadi mengharuskan kita untuk tetap di rumah aja, menjaga jaga jarak aman, menjauhi kerumunan, menjaga kebersihan diri dan kesehatan.

Tentunya tidak akan sama bukan? Jika biasanya kita pergi ke pasar-pasar dadakan sore yang diadakan setiap bulan ramdhan. Di mana akan ada satu wilayah atau satu tempat yang menjadi pusat para pedagang takjil, makanan dan minuman untuk berbuka. Saya sangat tertarik dengan tempat semacam ini. Saya adalah salah satu orang yang siap hunting makanan meski harus berjalan dulu melihat-lihat ada makanan apa saja, dan siap berdesak-desakan. Dan sayangnya pasar dadakan sore ramadhan sudah tidak bisa lagi diadakan untuk keadaan sekarang ini.

Tetapi saya masih tetap bisa jajan dan hunting makanan ko. Karena masih ada beberapa pedagang yang berdagang di depan rumah mereka masing-masing. Dan saya akan pergi ke sana untuk jajan. Sejauh ini yang sudah menjadi langganan adalah tukang es campur di depan rumah saya itu tetangga yang dagang. Lalu saya akan menaiki motor beberapa meter hingga akhirnya menemukan salah satu pedagang yang berjualan di depan rumah. Saya membali macam-macam gorengan, sosis bakar dan pisang nugget. Dan saya membeli itu semua. Rakus ya? Ya begitulan aura saat akan berbupa puasa.

Satu lagi ada satu tempat yang dagang juga. Masih di sekitar rumah saya. Hanya perlu berjalan kaki. Di sana ada tiga anak remaja yang dagang macam-macam gorengan dan sosis bakar juga. Ditambah di sana juga ada thai tea. Salah satu minuman kesukaan. Yang biasanya saya harus menempuh jarak jauh saat ingin thai tea. Alhamdulillah sekarang ada yang jualan dekat rumah. Selain jajan secara langsung gitu. Satu lagi saya juga kadang jajan lewat online. Memesan makanan pedas kesukaan lewat aplikasi. Misalnya baso aci dan seblak level lima. Kalo makanan pedas ini saya siap menyantapnya setelah sholat tarawih.

Ternyata banyak juga ya jajanan dan jenis makanan hingga minuman yang saya beli selama 9 hari berpuasa. Dan biasanya jika sudah hunting jajanan saya akan menyajikannya di atas meja. Sembari menyiapkan sajian lainnya untuk berbuka puasa. Selamat berbuka semua hehe.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun