Imam Mahmudi
Imam Mahmudi Konsultan

Traveler, lifelong learner, pengamat lini masa dan seorang bapak muda 😁 Yuk saling follow!

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Sunnah Berhias Saat Lebaran, Bukan Beli Baju Baru

18 April 2023   20:13 Diperbarui: 18 April 2023   20:23 1058
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sunnah Berhias Saat Lebaran, Bukan Beli Baju Baru
Ilustrasi Baju Lebaran dari bahan gorden / IG Jakarta.keras

Idul Fitri merupakan salah satu hari yang memiliki makna oleh umat Islam. Orang sering menyebutnya hari raya, persisnya merayakan kemenangan atas hawa nafsu serta menahan lapar dan dahaga selama satu bulan lamanya.

Di Tanah Air, perayaan ini juga identik dengan kegembiraan dan pakaian-pakaian baru. Apa sebetulnya esensi hari raya Idul Fitri?

"Bukanlah disebut id bagi orang yang mengenakan (pakaian) baru, sesungguhnya id itu bagi orang yang ketaatannya bertambah, dan setiap hari yang tiada maksiat di dalamnya itulah id"

Ungkapan ini seolah meluruskan orang-orang yang berpikir bahwa hari raya Idul Fitri selalu identik dengan baju baru. Padahal, esensi Idul Fitri ialah ketaatan pada Allah yang semakin bertambah. 

Sebab, kita telah dilatih selama satu bulan untuk berlomba-lomba beramal shalih. Jangan sampai ketika Ramadhan pergi, amal-amal kebaikan itu juga turut lenyap. Yang diharapkan pasca-Ramadhan adalah kebaikan-kebaikan tetap senantiasa ditebarkan, bahkan jika mampu justru semakin bertambah kadarnya.

Dalam masalah berpakaian saat hari raya, sesuatu yang sebenarnya disunahkan oleh para ulama adalah berhias dengan pakaian terbaik yang dimiliki. Hal tersebut dilandasi oleh beberapa riwayat yang menceritakan bagaimana para sahabat mencontoh Nabi Muhammad SAW dalam menggunakan pakaian terbaik yang dimiliki ketika hari raya tiba.

Jika seseorang membeli pakaian baru untuk digunakan saat hari raya, dengan dilandasi niat untuk berhias dengan pakaian terbaik ketika hari raya, maka ia mendapatkan pahala sunah. Namun, jika ia membeli pakaian baru dengan tujuan menyombongkan diri di hadapan para kerabat, maka hal tersebut malah bisa merusak hakikat dari hari rayanya.

Namun, bagi mereka yang tidak mampu membeli pakaian baru ketika hari raya, mereka tak perlu bersedih. Karena sejatinya, mereka tetap bisa mendapatkan pahala sunah dengan berhias menggunakan pakaian terbaik yang mereka miliki, tanpa harus memaksakan diri untuk membeli.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun