irsyadunnas
irsyadunnas Guru

Blogger, Ghost Writer, penggiat literasi lampung utara

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

4 Tips Menjaga Finansial Tetap Sehat Selama Ramadhan, Kunci Berjaya Saat Lebaran

16 April 2023   00:08 Diperbarui: 16 April 2023   00:33 613
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
4 Tips Menjaga Finansial Tetap Sehat Selama Ramadhan, Kunci Berjaya Saat Lebaran
Ilustrasi. Foto : Pixabay/Tumisu

Tak dipungkiri lagi dibalik berbagai keberkahan di bulan ramadhan, tersimpan kekhawatiran finansial akan merosot tajam sebab pengeluaran besar yang sulit dikontrol. Permasalah utama adalah pengeluaran tak terduga seperti ketagihan jajan takjil karena malas memasak selama puasa, hingga padatnya jadwal buka puasa bersama yang tentunya tak sedikit pula mengeluarkan biaya.

Jika sudah seperti ini, ada dua kemungkinan yang akan terjadi ketika mengalami finansial buruk. Pertama, hari raya dipastikan akan gigit jari. Mau bagaimana lagi, jangankan berbagi tunjangan hari raya (THR) dengan sanak saudara dan orangtua, untuk kebutuhan diri sendiri saja sudah pusing tujuh keliling. Kedua, terbayang untuk berhutang karena keuangan minus setelah ramadhan usai. Ini pun akan menimbulkan masalah finansial baru.

Budaya boros selama ramadhan memang tak bisa dipisahkan kebiasaan masyarakat Indonesia. Kebiasaan tak baik ini sebenarnya terkait dengan gengsi saja. Semisal suka kumpul-kumpul dalam kegiatan bertema buka puasa bersama. Kemudian, malasnya memasak selama puasa, karena dapat dengan praktis beli di berbagai pasar takjil dadakan yang banyak bermunculan selama bulan puasa.

Lalu apa solusi agar tak boncos selama ramadhan, dan finansial kita tetap sehat, sehingga hari raya bisa berjaya? Berikut di antaranya :

1. Buat rincian baku pengeluaran selama bulan puasa

Ini penting agar kita punya pakem yang jelas soal pengeluaran. Disamping itu juga, pentingnya membuat rincian yang baku agar mengingatkan kita tak sembarangan keluar uang, terutama untuk hal-hal yang bukan prioritas utama.

2. Hindari ajakan berbuka puasa sesering mungkin, kecuali gratis

Jika gratis, tentu keuntungan bagi kita. Namun jika kegiatan berbuka puasa bersama biayanya harus ditanggung bersama, tentu anda harus berpikir dua kali. Sebab patungan biaya berbuka bersama, masuk dalam kategori pengeluaran tak terduga. Apalagi jika kegiatan ini bisa terlaksana sepekan dua hingga tiga kali selama bulan ramadhan. Dijamin keuangan anda boncos sebelum hari raya.

3. Lebih baik sering masak di rumah

Mungkin anda pekerja kantoran yang pulang menjelang senja, sehingga tak sempat memasak apalagi mengolah makanan untuk berbuka. Kalau sudah begini, dipastikan anda akan sering beli makanan serta menu takjil di luar rumah. Saran dari saya, usahakan untuk dapat memasak walau di tengah kesibukan kerja pulang sore. Atau anda bisa berbagi tugas dengan pasangan anda soal pekerjaan dapur selama bulan ramadhan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun