Irwan Rinaldi Sikumbang
Irwan Rinaldi Sikumbang Freelancer

menulis untuk menikmati kehidupan

Selanjutnya

Tutup

TRADISI Pilihan

Sistem Ganjil Genap Mudik Lebaran, Bagaimana Menyiasatinya?

27 April 2022   10:53 Diperbarui: 27 April 2022   10:58 678
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sistem Ganjil Genap Mudik Lebaran, Bagaimana Menyiasatinya?
Ilustrasi mudik lebaran lewat jalan tol|dok. Kompas Images/Kristianto Purnomo, dimuat Kompas.com

Tips mudik 2022 sudah banyak ditulis di berbagai media, termasuk Kompasiana. Tapi, sebetulnya ada kebijakan yang baru muncul tahun ini, yakni sistem ganjil genap saat mudik lebaran bila melewati jalan tol pada ruas tertentu.

Dari pemberitaan di media massa terungkap bahwa ruas jalan tol yang terkena kebijakan ganjil genap adalah dari Kilometer 47 Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga Kilometer 414 Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah.

Kebijakan tersebut resmi diterapkan sejak Kamis, 28 April 2022 mulai pukul 17.00 WIB hingga 24.00 WIB. Pada tanggal 29 dan 30 April sejak pukul 07.00 hingga 24.00 WIB, dan pada 1 Mei 2022 mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB.

Sedangkan untuk arus balik, kebijakan serupa diberlakukan mulai tanggal 6 hingga 8 Mei 2022. Untuk arus mudik, sudah dilakukan uji coba sejak Senin (25/4/2022) hingga Rabu (27/4/2022).

Sistem ganjil genap maksudnya pada tanggal ganjil hanya kendaraan dengan nomor polisi yang angka terakhirnya ganjil yang dibolehkan melintas. 

Demikian pula tanggal genap untuk kendaraan dengan nomor polisi yang angka terakhirnya genap. Nomor polisi dengan angka terakhir 0 (nol) dianggap genap. 

Sistem tersebut sudah lama diterapkan di Jakarta untuk beberapa ruas jalan protokol pada hari kerja, yakni pada pukul 06.00 hingga 10.00 WIB serta pukul 16.00 hingga 21.00 WIB.

Tapi, memberlakukan sistem ganjil genap pada jalan tol Trans Jawa, baru pertama kali terjadi. Selama ini ada kesan bahwa pengelola jalan tol tidak pernah membatasi kendaraan yang masuk, karena toh semuanya berarti uang masuk ke pengelola.

Bahwa nanti setelah kendaraan masuk tol lalu tiba-tiba terjebak macet parah, pengelola seolah tak mau tahu. Akhirnya pengguna jalan tol hanya ngedumel, membayar relatif mahal hanya untuk bermacet-macet.

Maka, dengan adanya sistem ganjil genap di jalan tol, tentu harus dilihat dari sisi positifnya, yakni demi kelancaran perjalanan pemudik itu sendiri.

Tinggal sekarang bagaimana menyiasatinya agar para pemudik dapat menikmati fasilitas jalan tol yang logikanya akan memperpendek waktu tempuh ke tempat tujuan. Beberapa tips berikut bisa dipertimbangkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun