Mengajar di SMPN 1 Sumedang, tertarik dengan dunia kepenulisan. Ibu dari tiga anak. Menerbitkan kumpulan cerita pendek berbahasa Sunda berjudul 'Mushap Beureum Ati' (Mushap Merah Hati) pada tahun 2021. Selalu bahagia, bugar dan berkelimpahan rejeki. Itulah motto rasa syukur saya setiap hari.
Media Sosial Versus Dunia Nyata: Mana yang Lebih Bahagia?
Di sisi lain, kebahagiaan dalam kehidupan nyata cenderung bersifat lebih holistik dan mendalam. Ini melibatkan hubungan interpersonal yang kuat, kesadaran akan makna hidup, dan kesehatan mental yang baik.
Pengalaman nyata seperti menghabiskan waktu berkualitas dengan orang yang dicintai, mencapai tujuan pribadi, dan menjalani hobi yang memberi kepuasan, sering kali merupakan sumber kebahagiaan yang lebih berkelanjutan dan memuaskan.
Penting untuk diingat bahwa kebahagiaan dalam kehidupan nyata tidak selalu seketika, dan seringkali memerlukan investasi waktu dan usaha yang konsisten.
Namun, kebahagiaan yang dihasilkan dari pengalaman langsung dan hubungan yang bermakna sering kali lebih tahan lama dan memuaskan dibandingkan dengan kebahagiaan yang didapatkan dari interaksi di media sosial.
Perbandingan dan Kontras:
Melalui perbandingan antara kebahagiaan di media sosial dan kebahagiaan dalam kehidupan nyata, terdapat beberapa perbedaan yang signifikan:
Media sosial:
Memungkinkan koneksi dengan orang lain secara cepat dan mudah, menyediakan akses instan ke informasi, dan menjadi platform untuk mengekspresikan diri secara kreatif.
Namun, dapat menyebabkan kecanduan, menjadi sarana untuk cyberbullying, memicu perbandingan sosial yang merugikan, serta meningkatkan risiko depresi dan kecemasan.
Dunia nyata:
Menyediakan kesempatan untuk membangun hubungan yang dalam dan bermakna dengan orang lain, menemukan makna hidup yang lebih mendalam, dan merasakan kepuasan dari pengalaman autentik.