Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

"Manusia Kerdil Yang Berusaha Mengapai Bintang"

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Artikel Utama

"Wajik" Olahan Beras Ketan, Sajian Manis Idul Fitri

30 Maret 2025   23:13 Diperbarui: 31 Maret 2025   14:53 474
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
"Wajik" Olahan Beras Ketan, Sajian Manis Idul Fitri
Wajik olahan beras ketan, sajian manis Idul Fitri. (sumber foto: Jandris_Sky)

Momen itu selalu terasa hangat, penuh canda tawa dan kebersamaan.

Keunikan Wajik di Setiap Daerah

Setelah dewasa, saya menyadari bahwa wajik yang dibuat nenek memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan dengan wajik dari daerah lain. 

Wajik buatan nenek berwarna pink keemasan karena menggunakan gula aren asli dan pewarna alami, dengan tekstur kenyal dan rasa manis yang tidak berlebihan. 

Di daerah lain, seperti Betawi, wajik sering kali diberi pewarna hijau atau merah agar tampil lebih menarik. 

Sementara di Jawa Tengah, ada wajik klethik yang lebih kenyal dan tahan lama. Bahkan di Sumatera Barat, wajik sering diberi tambahan aroma vanili atau taburan wijen di atasnya.

Setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam mengolah dan menyajikan wajik, tetapi satu hal yang pasti: kudapan ini selalu menghadirkan rasa manis yang khas dan kehangatan dalam setiap gigitan.

Wajik di Meja Idul Fitri

Ketika hari raya tiba, wajik selalu menjadi salah satu hidangan yang dinanti. 

Tersusun rapi di piring saji, wajik buatan nenek menjadi teman yang sempurna untuk secangkir teh hangat. 

Para tamu yang datang berkunjung selalu memuji rasanya yang legit dan lembut. 

"Seperti dulu, rasanya tidak pernah berubah," kata salah satu paman saya yang selalu merindukan wajik buatan nenek.

Tidak hanya di keluarga kami, banyak rumah tangga di Indonesia yang menyajikan wajik saat Idul Fitri. 

Selain karena rasanya yang lezat, wajik juga memiliki daya tahan yang cukup lama, sehingga bisa dibuat beberapa hari sebelum lebaran

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun