Dinding Penahan Tanah Anti Longsor Ramah Lingkungan: Solusi dari Limbah Ban Mobil Bekas.

Pemasangan relatif mudah dan tidak memerlukan teknologi tinggi.
3. Tahan Lama dan Fleksibel
Ban bekas memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca ekstrem dan tekanan tanah.
Struktur yang fleksibel membuat dinding ini mampu menyesuaikan diri dengan pergerakan tanah, sehingga lebih tahan terhadap gempa dibandingkan dinding beton.
Implementasi di Indonesia
Beberapa daerah di Indonesia yang rawan longsor mulai mempertimbangkan penggunaan teknologi ini sebagai solusi mitigasi bencana.
Dengan dukungan pemerintah dan komunitas lokal, proyek-proyek pilot telah diuji coba di beberapa wilayah.
Misalnya, di daerah pegunungan yang sering mengalami pergerakan tanah, dinding penahan tanah dari ban bekas menjadi solusi yang lebih berkelanjutan dibandingkan dengan metode tradisional.
Selain itu, proyek ini juga dapat melibatkan masyarakat setempat dalam proses pembangunan, sehingga membuka peluang lapangan kerja baru dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah yang lebih baik.
Dinding penahan tanah dari ban bekas merupakan inovasi ramah lingkungan yang tidak hanya membantu mengatasi permasalahan limbah ban tetapi juga berkontribusi dalam pencegahan bencana longsor.
Dengan biaya yang lebih rendah, daya tahan tinggi, serta dampak lingkungan yang minimal, teknologi ini dapat menjadi solusi yang efektif dan berkelanjutan bagi wilayah rawan longsor di Indonesia.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan masyarakat, sangat diperlukan untuk memperluas penerapan teknologi ini dan menciptakan lingkungan yang lebih aman serta berkelanjutan.
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025