(Mantan) Musisi, (mantan) penyiar radio dan (mantan) perokok berat yang juga penyintas kelainan buta warna parsial ini, penikmat budaya nusantara, buku cerita, sepakbola, kopi nashittel, serta kuliner berkuah kaldu ... ingin sekali keliling Indonesia! Email : kaekaha.4277@yahoo.co.id
Mie Ayam Mas Jono
"Serius, mie ayam Mas Jono ini enaknya otentik lo, bertahun-tahun sudah saya mencari citarasa mie ayam seperti ini kemana-mana untuk restoran saya di Jakarta, tapi nggak ketemu juga!"
Eh iseng-iseng tadi salat Maghrib di sini kok malah dapat gratisan mie ayam terenak yang pernah saya makan!" Urai si bapak setengah baya.
"Sudah, sebut saja Mas Jono mau berapa!? Atau mau mobil? Atau mungkin mau haji dan umrah sama keluarga?"
"Saya bayar sekarang juga, cash!" Kata si bapak dengan air muka yang meneduhkan tapi jelas terlihat keseriusannya.
Seperti orang kaget, Mas Jono yang nggak menyangka bakal secepatnya ini dibalas Allah SWT, tiba-tiba menitikkan air mata sambil mengucap rasa syukur kepadaNya.
Baca Juga Yuk! Menyambangi Acil Wati di "Pencerekenan" Ladang Rezeki Sekaligus Amalnya
"Bapak beneran!?" Tanya Mas Jono berusaha meyakinkan diri.
"Lo ya beneran mas! Ayo sebut saja minta berapa? Atau minta apa?" Jawab si bapak balik.
"Bolehlah pak saya salat istikharah dulu sama minta pendapat isteri dulu?" Tanya Mas Jono kepada si bapak.
Oh silakan mas, silakan! Tapi kalau bisa hari ini juga ya keputusannya. Karena nanti malam saya balik ke Jakarta pakai pesawat terakhir.
Setelah beberapa saat minta waktu,"kata isteri saya, bolehlah pak saya minta umrah saja sama isteri dan juga sama teman saya yang mengajari saya bikin mie ayam ini?" Tanya Mas Jono berharap!
"Alhamdulillah", Ucap si bapak sambil mengacungkan dua jempolnya kearah Mas Jono. (BDJ22325)
Bercerita +SELENGKAPNYA
Ketemu di Ramadan

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.
Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025