Kevin Andrian Seda
Kevin Andrian Seda Mahasiswa

mahasiswa pascasarjana yang mencoba membuat artikel

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN

Makna dan Romantika dalam Hari Raya Idul Fitri

12 Mei 2022   22:22 Diperbarui: 12 Mei 2022   22:32 610
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Makna dan Romantika dalam Hari Raya Idul Fitri
Tebar Hikmah Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS

Makna Idul Fitri juga dapat digambarkan sebagai kembalinya seseorang kepada keadaan suci, atau keterbebasan dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, dan keburukan sehingga berada dalam kesucian atau fitrah. Seorang muslim yang kembali kepada fitrahnya ia akan memiliki sikap yaitu:

1. Tetap istiqomah memegang agama tauhid yaitu islam, ia tetap akan berkeyakinan bahwa Allah itu maha Esa dan hanya kepadanya kita memohon.

2. Dalam kehidupan sehari-hari ia akan selalu berbuat dan berkata yang benar,walau kaana murron meskipun perkataan itu pahit.

3. Tetap berlaku sebagai hamba Allah yang selalu taat dan patuh kepada perintah-Nya.

Romantika Idul Fitri yang penuh hiruk pikuk kebahagiaan, kehangatan dan beragam kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk menyambutnya. Berkumpulnya segenap anggota keluarga yang terpisah oleh ruang dan waktu dalam sebuah momen lebaran menjadi momen yang sangat berharga dan membahagiakan. Saya senantiasa mengenang Idul Fitri ini sebagai saat-saat indah serta mengharukan

Esensi Hari Raya diharapkan mampu menghapus semua rasa benci,dengki dan iri terhadap sesama makhluk Allah. Meski telah bersalaman saling memaafkan satu sama lain kita sebagai manusia harus tetap bersikap baik dan selalu menebar kebaikan terhadap sesama untuk menjalin persaudaraan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun