KOMENTAR
RAMADAN

Minta Ma'af dan Mema'afkan : Membongkar Kesalahan Membuahkan Ketenangan, Halal Bihalal Pemungkasnya !

2 April 2025   08:19 Diperbarui: 2 April 2025   08:19 577 53

Minta Ma'af dan Mema'afkan :  Membongkar Kesalahan Membuahkan Ketenangan, Halal Bilhalal Pemungkasnya  !

Bismillah,

Khilaf, salah dan dosa merupakan sifat yang melekat pada diri setiap insan. Tidak ada individu yang dapat lepas dan terlepas  dari sifat tersebut dalam kehidupan  berinteraksi dengan sesama.

Untuk menormalisasi hubungan baik diantara sesama dalam pergaulan sehari-hari, agama terutama islam membuka pintu dan ruang minta maaf dan memaafkan.

Seseorang yang secara sadar mengakui kesalahannya terhadap orang lain, lalu minta maaf merupakan ksatria. Sedangkan orang yang secara tulus ikhlas  memberi maaf atau memaafkan adalah manusia terpuji.

Betapa indahnya hidup dan kehidupan ini, bila yang salah mengakui kesalahannya, lalu minta maaf dan yang merasa dizalimi dengan hati yang tulus memberi maaf atau memaafkan.

Kemudian pertanyaannya, kapan dan dimana permintaan maaf itu musti dilakukan, agar posisinya menjadi kosong-kosong   ?

Pada persoalan ini, agama khususnya islam memberi petunjuk bahwa dosa dan kesalahan lebih utama dimintakan maaf dan keridhaan dari seseorang yang merasa terzalimi tatkala perbuatan itu baru saja usai dilakukan.

Namun demikian, karena suasananya belum kondusif dan adanya faktor-faktor yang musti dipertimbangkan, maka ditangguhkan dan menunggu momen yang tepat.

Umumnya, momentum yang dianggap paling tepat untuk minta maaf yaitu pada saat hari raya atau lebaran fitri. Keputusan ini tentu cukup bijak dan logis, karena suasana kebatinan seseorang seseorang relatif stabil setelah menjalani ritual puasa ramadan  selama sebulan.

Disamping itu juga bahwa  dihari lebaran hampir semua individu menginginkan dan melakukan hal yang sama yaitu minta maaf kepada seseorang setelah menunaikan solat Id, baik di masjid maupun dilapangan atau sengaja berkunjung ke rumah.

Tidak cukup sampai disitu dan bila dianggap belum dapat menjangkau dan  menyentuh kediaman seseorang, tentu masih ada kesempatan untuk menghadiri acara halal bilhalal yang banyak digelar oleh komunitas atau organisasi.

Jadi, ruang dan gelaran apapun yang diselenggarakan oleh warga, komunitas dan organisasi yang tujuan untuk minta maaf dan memberi maaf agar dapat diikuti sesempat mungkin.

Bila minta ma'af telah  dilakukan dengan penuh kesadaran dan apapun respon dari orang-orang yang dimintai ma'af, pasti akan membuahkan ketenangan.

Ganjalan dan sekat untuk berinteraksi dan komunikasi yang menghalangi selama ini  sudah dianggap tidak ada lagi dan posisinya sudah kosong-kosong.#


KEMBALI KE ARTIKEL


Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

Nunggu Bedug Makin Seru di Bukber Kompasianer

Selain buka puasa bersama, Kompasiana dan teman Tenteram ingin mengajak Kompasianer untuk saling berbagi perasaan dan sama-sama merefleksikan kembali makna hari raya.

Info selengkapnya: KetemudiRamadan2025

Laporkan Konten
Laporkan Akun