Lendy Kurnia Reny
Lendy Kurnia Reny Freelancer

Blogger dan content creator. Kindly visit ma blog : https://www.lendyagasshi.com

Selanjutnya

Tutup

RAMADAN Pilihan

Salad Nikmat Berasal dari Buah Lokal

11 Mei 2020   22:26 Diperbarui: 11 Mei 2020   22:42 640
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Salad Nikmat Berasal dari Buah Lokal
Mari mengolah buah lokal menjadi salad yang lezat.

Bismillah,

Sudah makin mendekati sepuluh hari terakhir shaum Ramadan niih, sahabat K...
Apa yang dirasakan?
Semakin semangat yaa... Harus!

Demi meningkatkan kualitas ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadan, saya si penyuka salad makin hobi makan salad. Tidak harus selalu salad dari buah tertentu, apalagi membeli buah import, oh...big no...no. Saya selalu langganan membeli buah dan sayur lokal bawaan mang sayur yang lewat di depan rumah setiap pagi. Ini rutin saya lakukan sebelum pandemi hingga kini.

Alasan memilih buah lokal :

Karena tidak perlu repot ke supermarket
Dengan membeli dagangan dari penjual sayur yang ada di sekitar kita, otomatis kita turut memutar roda perekonomian menengah ke bawah. Kalau beli di supermarket, kita hanya makin memperkaya kaum kapitalis. Bukannya tidak pernah sama sekali, hanya kalau untuk kebutuhan sehari-hari, saya prefer belanja di mang Yana (begitu biasa beliau dipanggil) yang selalu setia menunggu emak-emak keluar rumah untuk membeli dagangannya yang tidak kalah fresh dari dagangan di supermarket.

Lebih fresh
Seperti yang saya bilang sebelumnya, dagangan mang Yana ini bisa jadi malah lebih fresh karena beliau tangan kedua dari pemasok di pasar induk. Setelah belanja di pasar, langsung diedarkan ke ibu-ibu komplek. Jadi tidak pakai proses yang panjang dan lama di dalam tempat penyimpanan atau lemari pendingin.

Tidak menggunakan pengawet
Sudah barang tentu buah lokal ini lebih terjamin kesegarannya karena segera setelah panen, langsung dijual.

Harganya lebih ramah di kantong
Buah lokal memangkas segala biaya seperti pengiriman, pemakaian pengawet dan lain-lain. Sehingga biasanya buah lokal jauh lebih terjangkau dari buah import.

Dan buah lokal didapat sesuai musimnya
Buah lokal memang tidak terlalu sulit diperoleh, kalau memang sedang musimnya. Misal : musim panen mangga sekitar 3 atau 4 bulan sekali, buah jeruk, belimbing, melon hingga durian.
Hmmm...terbayang-bayang kesegarannya yaah...

Kalau menurut saya, buah lokal Indonesia paling nikmat dimakan biasa, dijadikan jus buah atau dijadikan salad seperti yang saya gemar lakukan. Namun, rupanya hari ini hari yang istimewa. Saya tidak harus mengupas buah-buahan untuk bisa melahap salad yang nikmat. Mendadak tadi sore dapat kiriman dari sahabat saya dari Dago yaitu sekotak salad yang segar dan lezat. Dan sungguh...dinikmati setelah berbuka puasa itu, mashaAllah~

Nikmat~

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun