Ketika Sahabat Nabi "Menyangkal" Hidup Seimbang
Rupanya, sang sahabat "kebablasan" menjalani hidup sesuai cita-citanya yang hendak menjauh sejauh-jauhnya dari kesenangan dunia. Begitu bersemangat Utsman bin Mazh'un meninggalkan urusan dunia hingga tak tebersit lagi ketertarikan untuk menggauli istrinya.
Untung saja Rasulullah mendengar kabar soal tekad Utsman yang berlebihan. Maka, kepada sahabat baiknya itu, beliau pun segera memberikan pemahaman.
Kisah Utsman bin Mazh'un mendapat teguran Rasulullah diceritakan kembali oleh Khalid Muhammad Khalid dalam buku Biografi 60 Sahabat NabiĀ (2019).
Bagaimana Sebaiknya Menjalani Hidup Seimbang?
Lantas, bagaimana sebaiknya kita menjalani kehidupan seimbang antara kerja, keluarga, dan ibadah?
Kembali lagi, sepertinya tidak ada persentase tertentu yang harus dicapai untuk bisa menjalani hidup seimbang. Setiap individu memiliki kecenderungan yang berbeda.
Namun, satu hal yang pasti, terdapat pelbagai kewajiban yang berkaitan dengan hubungan kita dengan Allah swt, keluarga dan urusan pekerjaan. Kewajiban-kewajiban yang tentu saja harus dijalankan.
Sebagai contoh, dalam hubungan dengan Allah swt, kita mesti menjalankan salat lima waktu. Sedangkan dalam rumah tangga, seorang kepala keluarga harus memberi nafkah bagi semua anggota keluarganya.
Sementara itu, dalam dunia kerja, seorang pekerja wajib mematuhi perjanjian kerja yang telah disepakati bersama. Di luar itu, masih banyak kewajiban-kewajiban lainnya yang juga harus kita jalankan.
Lantas, bila terjadi benturan dalam menjalankan kewajiban-kewajiban di antara ketiga bidang kehidupan itu, apa yang harus dilakukan? Semestinya kita memahami posisi masing-masing urusan sehingga kita bisa menetapkan prioritas yang harus didahulukan sebelum menjalankan urusan-urusan lainnya.