Mahmudin Bm
Mahmudin Bm Freelancer

Menulis, membaca, olahraga, MC dan mendongeng

Selanjutnya

Tutup

TRADISI

Berburu Takjil

31 Maret 2023   12:30 Diperbarui: 31 Maret 2023   12:33 300
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Berburu Takjil
Tradisi. Sumber ilustrasi: UNSPLASH

Ramadhan penuh berkah, bukan saja yang berpuasa namun juga para pedagang musiman saat Ramadhan.

Saat sore telah berjamur para pedagang yang menjual aneka makanan dan minuman untuk berbuka. Seperti terlihat di sepanjang jalan pedurenan Cisalak Pasar Cimanggis. Dari arah pintu gerbang masuk hingga ke ujung jalan telah berjejer yang berjualan.

Aneka makanan pavorit berbuka seperti lontong, gorengan dan es buah tersedia. Sepanjang jalanan Pedurenan baik yang ke arah Cilayu atau arah gerbang komplek Pondok Cibubur bahkan di dalam Taman Pijar dipenuhi pedagang.

Berjamurnya para pedagang merupakan berkahnya Ramadhan, bisa dipastikan mereka memanfaatkan peluang usaha di bulan penuh Rahmat ini. Sebulan penuh keberkahan Ramadhan terinspirasi para pedagang untuk mengais rejeki.

Pendapatan mereka lumayan meningkat, seperti yang di temui penulis saat membeli takjil. Penjual lontong dan gorengan mengatakan keuntungan bersih dari tiap harinya mencapai ratusan ribu. Terlebih banyak pesanan dari berbagai warga dan komunitas serta Jamaah Masjid setempat. 

Mereka membuka lapak setiap harinya pukul 14.00 siang hingga menjelang Maghrib.

Pendapatan mereka meningkat dengan adanya bulan Ramadhan ini. Apa lagi mendekati hari Raya, menjual makaanan untuk hari Raya berbagai syrup, makanan dan minuman serta kue kering bisa dipastikan laris manis.

"Lumayan, Alhamdulillah buat jajan anak dan baju lebarannya" ujar Bu Siti, pedagang yang di temui penulis. Bu Siti seorang janda yang merupakan salah satu pedagang dadakan, sehari-harinya jadi buruh cuci dan setrika. Momentum Ramadhan tak di sia-siakannya, Ia berjualan aneka gorengan dan lontong isi sayur. Anaknya tiga dan bersekolah pula. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan mengandalkan jasa.

Ramadhan dengan berbagai cerita dan hikmahnya, memberikan keberkahan bagi warga yang terus berusaha mengais rejekinya.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Ramadan Bareng Pakar +Selengkapnya

Krisna Mustikarani
Krisna Mustikarani Profil

Dok, apakah tidur setelah makan sahur dapat berakibat buruk bagi tubuh? apakah alasannya? Kalau iya, berapa jeda yang diperlukan dari makan sahur untuk tidur kembali?

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
icon

Bercerita +SELENGKAPNYA

Ketemu di Ramadan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun